“Kepolisian Peru menyampaikan duka cita atas pembunuhan seorang pekerja diplomatik dari Kedutaan Besar Indonesia di distrik Lince, Lima. Kami segera mengaktifkan ‘Plan Cerco’ dan memulai investigasi untuk mengidentifikasi serta menangkap para pelaku,” tulis kepolisian Peru melalui akun resmi @PoliciaPeru di X.

Baca Juga: Antisipasi Eskalasi Lebih Lanjut, Kemenlu dan KBRI Teheran Monitor Kondisi WNI di Iran

Motif penembakan masih menjadi tanda tanya besar. Seorang rekan kerja korban mengatakan kepada media RPP Noticias bahwa Purba tidak pernah menerima ancaman.

Bahkan ia tidak bisa berbahasa Spanyol, sehingga kecil kemungkinan ia memiliki masalah dengan pihak lokal.

Dilaporkan bahwa korban bersama keluarganya baru tiba di Lima pada April 2023. 

Peristiwa ini menambah duka di tengah situasi politik dan sosial yang sedang memanas, baik di Peru maupun di Indonesia yang juga menghadapi gelombang protes terkait isu politik domestik.

Baca Juga: Manajer Timnas Berharap Teror Laser Suporter Bahrain Tak Terulang Kembali

Kasus penembakan staf KBRI di Peru ini tengah menjadi perhatian besar publik internasional. Pihak kepolisian Peru berjanji akan segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelaku.