"Kondisi ini sudah saya laporkan, untuk terjadinya disparitas harga di lapangan saya melihat karena mata rantai yang terlalu panjang," jelasnya. 

Baca Juga: Pj Bupati Bogor: Mulai Februari 2025, Pemerintah Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Deteksi Dini Cegah Masyarakat Sakit

"Bulog sendiri sebetulnya bisa membeli stok, namun yang dikhawatirkan nanti harga jualnya bisa diatas harga eceran tertinggi," beber Yanto Nurdiyanto.

Hadir pada giat tersebut perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah (Sekda) Ajat Rochmat Jatnika, Kepala Bulog Bogor, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Dirut PD Pasar Tohaga, Ketua Kadin Kabupaten Bogor, dan jajaran Pemkab Bogor.