Salah satu penyebab utama digital eye strain adalah berkurangnya frekuensi berkedip saat menatap layar. Saat membaca atau bekerja menggunakan perangkat digital, seseorang cenderung berkedip lebih sedikit dibandingkan kondisi normal.
Akibatnya, permukaan mata menjadi lebih cepat kering dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Selain itu, pencahayaan yang terlalu terang, kontras layar yang kurang sesuai, serta posisi layar yang tidak ergonomis juga dapat meningkatkan risiko kelelahan mata.
Di era digital, mahasiswa dan pekerja termasuk kelompok yang rentan mengalami digital eye strain. Aktivitas perkuliahan daring, penyusunan tugas, pengolahan data, hingga pekerjaan administrasi membuat banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar setiap hari.
Baca Juga: Jangan Asal Murah, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Beli Laptop yang Nyaman untuk Kuliah dan Kerja
Menurut berbagai penelitian yang dirangkum oleh American Optometric Association, risiko kelelahan mata meningkat pada individu yang menggunakan perangkat digital lebih dari dua jam tanpa istirahat yang memadai.
Para ahli dari American Optometric Association dan didukung secara global oleh American Academy of Ophthalmology serta Mayo Clinic merekomendasikan metode 20-20-20 untuk membantu mengurangi ketegangan pada mata. Aturan ini dilakukan dengan mengalihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik setiap 20 menit penggunaan layar.
Comment