Berkaitan dengan waktu operasional dan pembagian tugas, pengerahan tim pengamanan dimulai sejak tanggal 24 Maret hingga 8 April 2025, dengan kemungkinan perpanjangan hingga 10 April.

Pengamanan dilakukan secara bergilir dengan sistem tiga shift, masing-masing berdurasi 8 jam per shift, untuk memastikan setiap pos dapat beroperasi 24 jam. Setiap pos akan dijaga oleh 50 anggota per hari.

Baca Juga: Pemkab Bogor Siagakan 2.592 Nakes, Bantu Pelayanan Kesehatan Pemudik di Posko Lebaran Siap 24 Jam

Dishub Kabupaten Bogor juga menyiapkan program mudik gratis sebagai bentuk layanan kepada masyarakat. Tahun ini, program mudik gratis akan menggunakan 32 armada bus, terdiri dari 20 bus milik Dishub, 12 bus dari Polres, dengan kapasitas 1.200 penumpang.

Program mudik gratis difokuskan untuk warga Kabupaten Bogor, termasuk karyawan Pemerintah Kabupaten Bogor.

"Untuk mudik gratis, kami hanya menyediakan keberangkatan, sementara untuk kepulangan, masyarakat yang akan mengatur sendiri," ujar Dadang.

Baca Juga: H-5 Lebaran Ratusan Kendaraan Pemudik Mulai Padati Jalur Arteri Bundaran Cibiru Kota Bandung

Katanya, Dishub Kabupaten Bogor juga melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan kemacetan yang harus mendapat perhatian lebih.

Tiga area utama yang akan dipantau adalah kawasan Puncak, wilayah barat (Dramaga hingga Leuwiliang), dan timur (Cibubur hingga Cileungsi).

"Kami akan memastikan kelancaran arus mudik Lebaran di lima titik utama ini, dengan prioritas khusus di kawasan Puncak yang dikenal sebagai titik padat saat libur lebaran,” ujarnya.

Baca Juga: Pemprov Jabar Siagakan 55 Posko Piket Lebaran di Jalur Mudik dan Wisata, Ini Rinciannya Lokasinya

“Dengan semua persiapan ini, kami harap dapat memberikan kenyamanan dan kelancaran kepada masyarakat yang merayakan Idul Fitri di kampung halaman, sekaligus mengurangi potensi kemacetan yang sering terjadi selama musim mudik,” imbuhnya.