JAKARTA, CEKLISSATU - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, pentingnya percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian guna mencapai swasembada pangan nasional.

Untuk percepat swasembada pangan itu, kata dia, peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dinilai sangat penting dalam mendukung dan mendampingi petani di seluruh Indonesia.

Amran menyatakan, bahwa para penyuluh memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam pendampingan petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian mencapai swasembada pangan.

Baca Juga: Kunjungi Kabupaten Bogor, Wamendagri Sebut Target Swasembada Pangan 2027 Lebih Cepat Dari Awal

Mereka bertugas memberikan edukasi, bimbingan teknis, serta membantu petani dalam mengadopsi teknologi pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) mengoptimalkan peran penyuluh melalui sistem pelaporan berbasis teknologi, yaitu E-Pusluh,” kata dia

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menegaskan, bahwa keberhasilan program LTT memerlukan sinergi yang kuat antara seluruh pihak di sektor pertanian, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Baca Juga: Zulhas Sebut 8 Poin Penting Tingkatkan Swasembada Pangan  

Dalam rangka mendukung percepatan swasembada pangan, Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) telah menggelar rapat koordinasi pada Rabu (26/03/2025), guna membahas optimalisasi pelaporan, koordinasi, dan pendampingan teknis.

Sistem pelaporan melalui aplikasi E-Pusluh berbasis Android menjadi salah satu instrumen utama dalam memantau perkembangan LTT.

Para penyuluh diwajibkan untuk menyampaikan laporan harian maksimal pukul 13.00 WIB, sementara Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) bertanggung jawab melakukan verifikasi laporan maksimal pada pukul 14.00 WIB.

Baca Juga: Melalui MSPP, Kementan Gencarkan Uji Mutu Benih Demi Dukung Swasembada Pangan

Evaluasi capaian dilakukan setiap bulan oleh koordinator guna meningkatkan akurasi dan efektivitas pelaporan. 

Selain pelaporan, penyuluh pertanian juga bertanggung jawab dalam mendampingi petani dalam identifikasi lokasi, luas tanam, serta pengelolaan sarana produksi seperti benih, pupuk, dan pengendalian hama.

Pemerintah juga menekankan pentingnya optimalisasi lahan rawa dan program sawah baru sebagai strategi utama dalam peningkatan produksi padi nasional.

Dengan koordinasi yang intensif dan sistem pelaporan yang terintegrasi, Kementerian Pertanian berharap program LTT dapat berjalan dengan optimal, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mencapai target swasembada pangan yang berkelanjutan.