BOGOR, CEKLISSATU - Salah satu kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi (PT) yang wajib dilakukan oleh dosen adalah kegiatan pengabdian kepada Masyarakat. Pada tahun 2023 telah dilaksanakan kegiatan pengabdian dosen Fakultas Pertanian Universitas Djuanda (Unida) di Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekarwangi Sejahtera Desa BanjarWangi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor.  

Kegiatan pengabdian yang diketuai oleh Dosen Prodi Agribisnis Unida Siti Masithoh,  ini dilakukan dengan latar belakang permasalahan yang dihadapi  dan potensi yang dimiliki terkait dengan tanaman herbal yang dibudidayakan secara ramah lingkungan dan pengolahannya menjadi Pangan Fungsional.

"Kegiatan pengabdian ini juga mengikutsertakan tiga mahasiswa sesuai dengan keilmuan yang dibutuhkan, yaitu mahasiswa dari prodi Agribisnis, Agroteknologi dan Teknlogi Pangan," katanya.

Baca Juga : Sartika PB INSPIRA Nilai Dedie Rachim Cocok Pimpin Kota Bogor

Siti Masithoh menambahkan bahwa tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk mendorong dan meningkatkan kapasitas kelompok sasaran dalam budidaya tanaman herbal yang dilakukan secara ramah lingkungan dan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengolah hasil panen menjadi produk turunan. 

"Dalam rangka mencapai tujuan tersebut telah dilakukan empat kali kegiatan penyuluhan dan pelatihan," tambahnya.

Adapun kegiatan pengabdian tersebut diawali dengan penyuluhan tentang manfaat tanaman herbal oleh Dosen Agroteknologi Ir. Nur Rochman, MP  dan tentang pertanian ramah lingkungan oleh Dosen Agribisnis Dr. Ir. Apendi Arsyad.

Selanjutnya, pada 13 Juli 2023 lalu juga kembali dilakukan pelatihan pembuatan gula kristal herbal berbahan jahe, cengkeh, sereh, secang, cabe jawa dan gula pasir kepada anggota KWT. Gula Kristal herbal dikemas dalam standing pouch dan kemasan sachetan yang siap diseduh. 

"Setelah melakukan praktik langsung menanam Jahe dan Cabe Jawa di lahan yang dikelola oleh KWT, kegiatan berikutnya adalah pelatihan pembuatan simplisia minuman herbal yang dikemas dalam kantong celup dan kapsul.  Simplisia kemasan kantong celup dibuat dari beberapa jahe,cengkeh sereh, dan cabe jawa,  sedangkang simplisia halus dikemas dalam kapsul yang aman dikonsumsi," ungkapnya.

Untuk selanjutnya, produk olahan tanaman herbal yang dibuat KWT dengan pendampingan dari Tim Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Djuanda dijual dengan merk Cageur Tea. Pada saat berkesempatan mengikuti Bogor Agrifest 2023, produk herbal buatan KWT Mekarwangi Sejahtera ini ikut dipamerkan dan dipasarkan di stand BPP Wilayah VII.