BANDUNG, CEKLISSATU -- Jelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperketat pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang masuk ke wilayah Kota Bandung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan turun langsung untuk melakukan inspeksi ke lokasi pemeriksaan ante mortem hewan kurban di Pusat Kesejahteraan Kavaleri (Pussenkav), Selasa, (03/06/2025).

Farhan mengatakan, pemeriksaan ante mortem yakni pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjamin keamanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Ini Jenis Sapi Kurban yang Dibeli Presiden Prabowo dari Peternak Asal Bogor

“Kalau satu ekor hewan saja terdeteksi mengidap penyakit menular, kita harus lakukan screening terhadap semua. Maka daripada menunggu, lebih baik kita menjaga sejak awal,” kata Farhan.

Pada kesempatan tersebut, Farhan menunjukkan penggunaan aplikasi e-Selamat, sebuah sistem digital yang dikembangkan untuk membantu masyarakat mengakses informasi kesehatan hewan kurban secara mudah dan transparan. Hewan yang telah lolos pemeriksaan diberi “kalung sehat” yang dilengkapi QR Code dan informasi lengkap, termasuk foto hewan.

“Dengan aplikasi e-Selamat, masyarakat bisa langsung scan dan lihat status kesehatan hewan kurban. Ini menjamin tidak ada pemalsuan atau pertukaran hewan,” jelasnya.

Baca Juga: Cegah PMK Pada Hewan Kurban, Pemkab Bogor Gandeng IPB University Kerahkan 224 Petugas Pengamanan

Farhan mengajak masyarakat, baik penjual maupun pembeli, untuk mengunduh aplikasi tersebut agar mendapatkan informasi yang akurat dan merasa lebih tenang saat beribadah kurban.