Terkait wacana merger RRI dan TVRI menjadi Radio Televisi Republik Indonesia (RT-RI) yang mengemuka di DPR, Hendrasmo menyatakan pihaknya masih menunggu arahan Presiden dan Komisi VII DPR RI.
"Merger ini berpotensi meningkatkan efisiensi, terutama dalam belanja modal, teknologi, dan manajemen sumber daya. Kami juga berharap langkah ini dapat memperkuat kemampuan diseminasi informasi kepada publik," katanya.
Ia menambahkan, RRI saat ini telah memperkuat kapasitas SDM dengan kemampuan jurnalisme multiplatform, tidak lagi hanya bergantung pada radio.
Mengutip pemikiran Presiden Prabowo Subianto dalam buku Paradoks Indonesia, Hendrasmo menilai RT-RI berpotensi menjadi media negara yang lebih kuat dalam membangun kesadaran nasional.
"Jika merger terealisasi, RT-RI akan menjadi lembaga penyiaran publik yang powerful dalam membangun kesadaran nasional, yang merupakan modal utama perjuangan bangsa," pungkasnya.
Comment