BOGOR, CEKLISSATU - Ditengah meningkatnya aktivitas digital, penggunaan kata sandi atau password yang kuat menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi akun dari ancaman peretasan. Meski demikian, masih banyak pengguna internet yang menggunakan kata sandi sederhana seperti tanggal lahir, nama sendiri, atau kombinasi angka yang mudah ditebak.
Menurut laporan tahunan NordPass, sejumlah kata sandi seperti "123456", "password", dan "qwerty" masih termasuk yang paling banyak digunakan di berbagai negara. Padahal, kata sandi semacam itu dapat diretas hanya dalam hitungan detik menggunakan perangkat lunak khusus.
Para pakar keamanan siber kini menyarankan masyarakat untuk mulai beralih dari penggunaan kata sandi pendek yang rumit ke metode passphrase atau kalimat sandi yang lebih panjang, kuat, sekaligus mudah diingat.
Baca Juga: Hendry CH Bangun Sandingkan Muzani dengan OC Kaligis Mantan Napi
Mengapa Password yang Kuat Penting?
Menurut Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA), kata sandi merupakan lapisan pertahanan pertama dalam melindungi akun digital. Jika kata sandi berhasil ditebak atau dicuri, pelaku dapat memperoleh akses ke berbagai informasi pribadi, mulai dari email hingga layanan perbankan.
Laporan dari Verizon Business juga menunjukkan bahwa kredensial yang dicuri atau kata sandi yang lemah masih menjadi salah satu faktor utama dalam berbagai kasus kebocoran data dan pembobolan akun.
Metode Kalimat Panjang Lebih Aman
Selama bertahun-tahun, banyak orang mengira bahwa password yang aman harus terdiri dari kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol yang sulit dibaca. Namun, sejumlah pakar keamanan kini menilai bahwa panjang kata sandi sering kali lebih penting daripada kerumitannya.
Comment