BOGOR, CEKLISSATU – Kecamatan Bogor Tengah memegang peranan krusial sebagai pusat gravitasi Kota Bogor.  Statusnya sebagai area "Ring 1" yang mencakup pusat ekonomi, pendidikan, hingga keberadaan Istana Kepresidenan, menjadikan wilayah ini memiliki potensi besar sekaligus tantangan yang kompleks.


​Hal tersebut dipaparkan oleh Camat Bogor Tengah, Dheri Wiriadirama, dalam acara Press Gathering bersama insan pers di Aula Kantor Kecamatan Bogor Tengah pada Selasa (28/4/2026). 


Dalam kesempatan itu, Dheri menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga marwah Bogor Tengah sebagai wajah utama kota hujan.

Baca Juga: Optimis Kota Bogor Bebas Stunting, Jenal Mutaqin Beberken Strategi Pemkot

​Salah satu poin krusial yang dibahas adalah mengenai capaian program penanganan stunting. Dheri mengungkapkan data yang cukup mengejutkan terkait fluktuasi angka stunting di wilayahnya berdasarkan hasil penimbangan periode Agustus 2025 hingga Februari 2026.


​"Agak kurang populer untuk diungkap ketika capaian stunting dari bulan penimbangan Agustus ke Februari naik hampir 122 anak. Cukup mengecewakan bagi kami yang selama ini berupaya maksimal. Namun, di sisi lain, ada statistik yang membanggakan; 90 anak dinyatakan lulus," ujar Dheri di hadapan para wartawan, Selasa (28/4).


​Ia menjelaskan bahwa kenaikan angka tersebut kemungkinan besar dipicu oleh meningkatnya kesadaran warga untuk membawa balita mereka ke Posyandu, sehingga kasus-kasus yang sebelumnya tidak terdata kini mulai muncul ke permukaan (record).