"Ini harus di benerin. Ini saya terus terang begini, karena saya hidup di desa. Kepala desa kehilangan watak culture, watak budaya, watak pemimpin lingkungan, watak pemimpin yang dia punya garis leluhur pada karuhun yang di desa itu," tuturnya.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Siapkan Pendidikan Bela Negara dan Kedisiplinan di Barak Militer

Akibatnya, hidup kepala desa ketika memimpin menjadi tidak tenang dan belum optimal menjalankan tugas serta fungsinya.

"Hubungannya sudah tidak ada, karena hubungannya tidak ada lahirlah para kepala desa yang gelisah. Gelisah apa, duit cukup, mobil banyak, tapi gelisah terus, kenapa? Karena lingkungannya tidak bisa menerima, leluhurnya tidak bisa menerima, leluhurnya marah," kata dia.

Kehadiran APDESI diharapkannya mampu membenahi dan mengajarkan kepala desa kembali kepada marwahnya, tidak hanya sebagai pemimpin wilayah perpanjangan tangan pemerintah, juga sebagai kepala adat.

Makanya hidupnya tidak ada ketenangan dan kedamaian. Untuk itu, APDESI harus mengajarkan para kepala desa untuk kembali pada lingkungan. Kembali pada alam," ujarnya.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Tegaskan Jangan Bawa Persib ke Arah Politik, KDM Siapkan Bonus Dari Kantong Pribadi

Tidak ada yang salah di desa kata dia, bila terjadi pembangunan signifikan. Hanya saja menurutnya tata ruang juga harus diperhatikan.