JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan dukungannya terhadap langkah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta dalam mengejar target eliminasi tuberkulosis (TBC) pada 2030.
Upaya eliminasi TBC di 2030 tersebut sejalan dengan visi menjadikan Jakarta sebagai kota global yang didukung masyarakat sehat.
Pramono menilai, Jakarta memiliki modal pembangunan manusia dan infrastruktur kesehatan yang cukup memadai untuk merealisasikan target tersebut.
Hal ini tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta yang mencapai 85,05, tertinggi di Indonesia.
Baca Juga: Eliminasi TBC 2030: Kota Bogor Perkuat Deteksi, Pengobatan dan Kolaborasi
"Sebagai kota global, salah satu prasyaratnya adalah masyarakatnya itu harus sehat," ujar Pramono saat menghadiri kegiatan Hospital Leadership for TB Elimination: Jakarta Menuju Eliminasi TBC 2030 di Balai Kota Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Untuk mendukung upaya penanggulangan TBC, Jakarta didukung oleh 197 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu.
Pramono berharap seluruh fasilitas kesehatan tersebut dapat menjalankan perannya secara maksimal untuk mempercepat penanganan TBC, sehingga target eliminasi pada 2030 dapat tercapai.
"Mudah-mudahan akan menjawab apa yang menjadi tantangan untuk di tahun 2030 benar-benar TB di Jakarta itu bisa dieliminasi," ucap dia.
Di kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan bahwa Indonesia menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus TBC di dunia.
Kondisi tersebut menjadikan pemberantasan TBC sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang memerlukan dukungan dan keterlibatan lintas sektor.
Baca Juga: 28 Ribu Lebih Warga Kabupaten Bogor Terpapar TBC, Dinkes Klaim Penanganan Aman
Berdasarkan laporan Dinkes DKI Jakarta, sejumlah indikator program menunjukkan tren peningkatan, di antaranya penemuan kasus dan sosialisasi kepada masyarakat.
Namun, dia mengingatkan pentingnya evaluasi secara menyeluruh untuk mengetahui berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program.
Sebagai langkah tindak lanjut, Kemenkes mengumpulkan direktur rumah sakit pemerintah dan swasta, serta perwakilan TNI-Polri, guna membahas perbaikan kebijakan dan strategi penanganan eliminasi TBC untuk 2027.
Baca Juga: Komisi IX Soroti Urgensi Aksi Konkret Eliminasi TBC: Indonesia di Ambang Peringkat Pertama Dunia
Benjamin berharap hasil evaluasi tersebut dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
Dengan kolaborasi yang semakin kuat, target eliminasi TBC diharapkan dapat diwujudkan melalui langkah nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar menjadi rencana.
"Kita susun tahun 2027 lebih baik lagi sehingga penanganan TBC di Indonesia, target eliminasi itu bukan hanya sebuah cerita tapi menjadi kenyataan," tutup Benjamin.
Comment