BANDUNG, CEKLISSATU.COM -- Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat kembali menyoroti persoalan klasik yang tak kunjung tuntas di dunia pendidikan, yakni ketimpangan mutu antarwilayah.

Salah satu penyebab utama yang dinilai paling krusial adalah distribusi guru yang tidak merata dan sering kali tidak sesuai bidang keahlian, terutama di daerah pelosok.

Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung menegaskan bahwa persoalan tenaga pendidik merupakan faktor penentu kualitas pendidikan di Jawa Barat. 

Baca Juga: DPRD Jabar Sampaikan Pandangan Umum Fraksi atas Raperda APBD 2026

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan guru baik dari sisi jumlah maupun kompetensi  seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Kami melakukan evaluasi terhadap sejumlah program, terutama pembangunan ruang kelas baru, unit sekolah baru, maupun rehabilitasi, serta berbagai aspek pendukung lainnya yang berdampak langsung terhadap mutu layanan pendidikan,” kata Yomanius dalam keterangannya, Minggu (15/11/2025).

Baca Juga: Jabar Tertinggi Aduan Scam Keuangan Digital, DPRD Jabar Minta Penguatan Literasi dan Penegakan Hukum

Yomanius menambahkan bahwa DPRD Jabar akan terus mendorong pemerintah provinsi untuk mempercepat pemetaan kebutuhan guru dan memastikan pemerataan distribusi tenaga pendidik, agar kualitas pendidikan tidak lagi timpang antara perkotaan dan pelosok.