JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Anies Baswedan meraih penghargaan bergengsi Freedom of the City of London, sebuah tradisi sipil bersejarah yang tercatat sejak 1237. 

Penghargaan yang pernah diterima tokoh dunia seperti Nelson Mandela ini menjadi momen istimewa bagi Anies Baswedan, sekaligus membuka harapan baru untuk memperkuat kolaborasi antara Indonesia dan London.

"Di Guildhall, London, balai kota yang berdiri sejak abad ke-15, ada sebuah ruangan tempat satu tradisi dijalankan selama ratusan tahun. Di ruangan itu, siang kemarin, penghargaan Freedom of the City of London kami terima. Alhamdulillah," kata Anies Baswedan dikutip dari Instagramnya, Minggu (18/10/2026).

Baca Juga: Tanggapi Revisi UU TNI, Anies Baswedan: Ini Adalah Tantangan Menjaga Kemurnian Demokrasi

Penghargaan The Freedom of the City of London menjadi momen bersejarah sekaligus pengakuan atas kontribusi dalam kehidupan publik. 

Penghargaan sipil yang tradisinya tercatat sejak 1237 itu diterima dalam sebuah prosesi khidmat di Guildhall, London, Inggris.

Upacara berlangsung di balai kota bersejarah yang berdiri sejak abad ke-15. Rangkaian seremoni dijalankan mengikuti tradisi lama, mulai dari pembacaan deklarasi, penandatanganan buku besar, hingga jabat tangan yang diakhiri dengan sambutan singkat, “a Citizen of London.”

Baca Juga: Anies Baswedan dan Mahfud MD Hadiri Pengukuhan Guru Besar Fakultas Kedokteran UI

"Prosesi tersebut berlangsung tanpa kamera yang menyala hingga seluruh rangkaian selesai. Suasana khidmat mengiringi penerimaan penghargaan yang telah menjadi bagian dari sejarah sipil Kota London selama berabad-abad," jelas Anies..

The Freedom of the City of London awalnya merupakan bentuk pengakuan bagi warga merdeka yang memiliki hak untuk berdagang di London. Seiring perkembangan zaman, penghargaan ini diberikan kepada individu yang dinilai memberikan kontribusi bagi kehidupan publik.

Sejumlah tokoh dunia tercatat pernah menerima penghargaan tersebut, di antaranya Winston Churchill, Nelson Mandela, Desmond Tutu, Lee Kuan Yew, Stephen Hawking, J.K. Rowling, Tim Berners-Lee, Harry Kane, dan Andrew Lloyd Webber.

Baca Juga: Pria Pengancam Tembak Anies Ditangkap, Anies Baswedan Apresiasi Polri

Nominasi penghargaan ini diajukan oleh Lord Mayor of London Alastair King dan Alderman Gregory Jones. Upacara dipimpin oleh The City Remembrancer selaku kepala protokol, dengan Alderman Vincent Keaveny, Lord Mayor London periode 2021–2022, turut mendampingi sepanjang upacara.

Penerimaan penghargaan ini tidak dipandang sebagai pencapaian individu semata. Pengakuan tersebut dinilai turut merepresentasikan kerja bersama yang telah dilakukan sebelumnya, terutama ketika mengemban amanah di Jakarta.

Karena itu, penghargaan tersebut didedikasikan sebagai milik bersama, sebagai bentuk apresiasi terhadap berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam kerja-kerja pelayanan publik.

Baca Juga: Pemerintah Kecamatan Bogor Barat Luncurkan  Inovasi Pelayanan Publik Lapis Bogor

"Kami sadar, yg dibawa masuk ke ruangan itu bukan nama satu orang, melainkan kerja2 kami sebelumnya, terutama saat diberi amanah di Jakarta. London memberi pengakuan terhadap kerja bersama itu, maka penghargaan ini pun kami dedikasikan menjadi milik bersama," ucap Anies Baswedan yang juga didampingi sang istri, Ferry.

Harapan itu mencakup terbukanya peluang bagi lebih banyak wali kota, insinyur, guru, dan generasi muda Indonesia untuk belajar ke London. Sebaliknya, London juga diharapkan dapat datang dan belajar dari berbagai kota di Indonesia.

"Satu pesan disampaikan, kami ini ingin penghargaan ini diperlakukan sebagai pintu, bukan piala. Semoga lewat pintu ini makin banyak walikota, insinyur, guru, dan anak muda Indonesia yg belajar ke London, dan London juga datang belajar ke kota2 kita," ujarnya.

Baca Juga: Pangeran Charles III Resmi Jadi Raja Baru Inggris

Anies Baswedan menutup sambutan singkatnya di Guildhall kemarin dgn satu kata bahasa Indonesia. Kata yg diteriakkan bangsa ini pada 1945, dan masih diteriakkan setiap kali kita berbahagia. Kata yang dalam bahasa Inggris berarti freedom.

"Merdeka! Terima kasih, London. Sampai jumpa di Jakarta," tutup Anies.