TAIWAN, CEKLISSATU – Akibat gempa di Taiwan berkekuatan M 7,2 dilaporkan bahwa sebanyak sembilan orang tewas, korban luka-luka mencapai seribu orang, dan puluhan orang lainnya masih hilang.

Dikabarkan, 38 pekerja dalam perjalanan ke sebuah hotel di taman nasional masih hilang, serta yang lainnya saat ini ditemukan.

Gempa tersebut terjadi pada Rabu (3/4/2024) pagi, saat warga bersiap berangkat kerja dan sekolah, berpusat di wilayah timur Hualien. Wilayah itu merupakan pedesaan dan berpenduduk jarang.

Gedung-gedung juga berguncang hebat di ibu kota Taipei, tetapi kerusakan dan gangguan yang terjadi tidak terlalu parah.

Baca Juga : 143 Kepala Keluarga di Jatim Terdampak Gempa Tuban, Ini Rinciannya

Dinas pemadam kebakaran Taiwan menyebutkan, jumlah korban luka telah mencapai 1.038 orang, sehingga jumlah orang hilang sebanyak 52 jiwa.

Sementara itu, puluhan pekerja hotel dalam perjalanan menuju sebuah resor di Taman Nasional Taroko telah ditemukan, dan 38 orang masih dinyatakan hilang.

Gempa memicu tanah longsor besar-besaran. Saat malam, beberapa orang bermalam di tenda dan tempat berlindung lainnya.

Sementara itu sejumlah pekerja darurat berusaha menopang bangunan-bangunan yang rusak dan menghancurkan bangunan-bangunan yang dianggap mustahil untuk diselamatkan.

Baca Juga : Gempa Bumi Magnitudo 6,0 di Laut Jawa, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

"Gedung Uranus di belakang kami rusak parah. Bangunan itu memiliki satu lantai basement dan sembilan lantai di atas tanah. Lantai pertama dan kedua kini berada di bawah tanah," ungkap Wakil Penjabat Kepala Pemadam Kebakaran Hualien, Lee Lung-Sheng.

Wali Kota Hualien, Hsu Chen-Wei mengatakan, seluruh warga dan pelaku bisnis di gedung-gedung yang berada dalam kondisi berbahaya telah dievakuasi.

"Pembongkaran empat bangunan telah dimulai untuk menyelamatkan korban," jelasnya.