JAKARTA, CEKLISSATU - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un melarang wanita di negara itu mengunakan lipstik merah. 

Hal ini karena riasan mencolok dianggap sebagai bentuk pemberontakan yang didoktrin oleh kapitalisme. 

Kebanyakan wanita di Korut hanya diperbolehkan memakai warna bibir yang terang tapi lembut, asal tidak berwarna merah. Tak hanya itu, bahkan warga negara tersebut hanya diperbolehkan memakai riasan dari merek asli Korea Utara, tidak boleh menggunakan riasan dari merek negara lain. 

Baca Juga : Tren Warna Rambut 2023, Tentukan Pilihan Warnamu

Lipstik merah memiliki sejarahnya sendiri. Dimana, pada awal abad 20, lipstik merah identik identik dengan kekuasaan dan kekuatan, khususnya selama gerakan Suffragettes. 

Gabriela Hernandez, sejarawan kosmetik dan pendiri Bésame Cosmetics mengatakan, untuk mendapatkan lebih banyak ketenaran dan perhatian pada tujuan mereka, beberapa wanita akan memakai lipstik ke acara publik. 

"Hal ini dipandang sebagai ciri wanita yang mandiri dan emansipasi, yang pada saat itu dianggap cukup memalukan. Tindakan subversif ini akan menimbulkan kecaman dari pria, dan beberapa wanita yang menganggap wanita ini kurang bermoral," kata Hernandez kepada Teen Vogue.

Jadi, lipstik merah bukan hanya meningkatkan kepercayaan diri, tapi juga simbol kekuatan yang tertanam dalam sejarah.