JAKARTA, CEKLISSATU – Melibatkan banyak pihak dalam pemerintahan sebelumnya, menyebabkan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim membutuhkan lebih banyak waktu untuk merampingkan kabinet.
 
Sebelumnya isi kabinet bisa mencapai 50, 60, 70 anggota, belum termasuk utusan khusus dan penasehat. Anwar  enggan meniru kebijakan serupa.

Baca Juga : Pulihkan Ekonomi Jadi Prioritas PM Anwar Ibrahim

PM Malaysia Anwar Ibrahim mengindikasikan, proses pembentukan kabinet pemerintahannya tidak akan didasari oleh semacam transaksi dari dukungan politik, dewan menterinya akan ramping.
 
“Saya ingin, mereka mendukung saya berdasarkan kebijakan saya dan komitmen saya terhadap pemerintahan yang baik, komitmen saya terhadap gerakan antikorupsi dan untuk menyadarkan ekonomi. Itu sebenarnya," kata Anwar, dalam konferensi pers usai memimpin Rapat Khusus Dewan Aksi Nasional mengenai masalah biaya hidup di Putrajaya.

Dalam menjalankan pemerintahannya, Anwar Ibrahim menyatakan akan fokus untuk mengatasi krisis biaya hidup di tengah ekonomi yang melambat.