BOGOR, CEKLISSATU.COM– Kasus dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di lingkungan Kementerian ATR/BPN kembali memasuki babak baru. Senin (21/9/2026), penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi kantor PT Summarecon Bogor dan melakukan penggeledahan.

Penggeledahan tersebut masih berlangsung hingga Senin siang. KPK belum mengungkap barang bukti atau temuan apa saja yang diperoleh dari lokasi tersebut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan langkah penyidik tersebut.

“Hari ini, Senin, penyidik melanjutkan giat penggeledahan di kantor PT Summarecon Bogor. Saat ini kegiatan masih berlangsung,” ujar Budi, Senin (21/9/2026).

Menurut Budi, KPK akan menyampaikan perkembangan hasil penggeledahan setelah proses penyidikan di lokasi selesai.

Baca Juga: KPK Jerat 8 Tersangka Kasus Korupsi ATR/BPN, Kepala BPN Bogor 1 Ikut Ditahan

“Kami akan update terus setiap perkembangannya,” katanya, Senin (21/9/2026).

Penggeledahan di kantor Summarecon Bogor menjadi bagian dari rangkaian penyidikan kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan pengurusan HGB di wilayah Bogor.

Kasus ini bermula dari OTT KPK di kawasan Jabodetabek pada 14 September 2026. Sehari setelah OTT tersebut, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka, termasuk pejabat di lingkungan ATR/BPN dan Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk.

Sebelum menggeledah kantor Summarecon Bogor, penyidik KPK juga telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi. Salah satunya kantor PT Summarecon Agung Tbk di Jakarta Timur pada Jumat (18/9/2026).

Dari penggeledahan sebelumnya, KPK menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik, termasuk dokumen SHGB yang berkaitan dengan perkara, dokumen keuangan perusahaan yang berkaitan dengan PT Kencana Jayaproperti Agung (KCJA), serta barang bukti elektronik terkait pemblokiran sengketa tanah di wilayah Bogor.

Kini, kantor Summarecon Bogor menjadi lokasi lanjutan yang disisir penyidik.

Namun, hingga penggeledahan masih berlangsung, KPK belum membeberkan apa saja yang ditemukan maupun barang bukti yang diamankan dari lokasi tersebut.

Publik masih menunggu hasil penggeledahan yang diharapkan dapat memperjelas konstruksi perkara dugaan korupsi pengurusan HGB yang tengah ditangani KPK.

KPK memastikan perkembangan terbaru akan disampaikan setelah proses penggeledahan selesai.