JAKARTA, CEKLISSATU — Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata Zita Anjani menyambut positif gagasan pengembangan Segitiga Emas Pariwisata Lampung.
Sambutan positif tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama rombongan penggagas Segitiga Emas di Kantor UKP Pariwisata, Gedung Wisma Mandiri 2, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Konsep yang mengintegrasikan kekayaan bahari, potensi ekowisata, serta atraksi satwa laut langka tersebut dinilai memiliki peluang untuk memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu destinasi wisata unggulan berbasis konservasi di Indonesia.
Paparan konsep pengembangan Segitiga Emas tersebut disampaikan oleh rombongan yang dipimpin Cholis Faizi, pengamat pariwisata Indonesia sekaligus wartawan senior yang telah lama berkecimpung dalam peliputan sektor pariwisata.
Ia didampingi Galih Bima dan Agatha Jessicha, pelaku industri travel asal Lampung, serta Luthfiyah Ananta Asmadi dan Farhenzakie El Shirazy Ramadhan, generasi muda yang aktif memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi pariwisata.
Dalam pertemuan tersebut, Galih Bima dan Agatha Jessicha secara khusus mempresentasikan potensi, konsep perjalanan, serta berbagai pengalaman wisata yang ditawarkan, mulai dari kekayaan bahari hingga atraksi lumba-lumba liar sebagai daya tarik ekowisata.
Sementara itu, kehadiran Luthfiyah dan Farhenzakie turut merepresentasikan peran generasi muda dalam memperkuat promosi destinasi melalui kreativitas dan jangkauan media sosial.
Zita tidak hanya memberikan respons positif terhadap konsep yang ditawarkan, tetapi juga menyampaikan ketertarikannya untuk melihat secara langsung potensi wisata Lampung.
Ia menyatakan kesiapannya untuk hadir dan merasakan seluruh rangkaian itinerary yang telah dipaparkan sehingga dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai keunggulan destinasi tersebut.
Secara khusus, Zita juga menyampaikan rencana kehadirannya dalam kegiatan di Krui, Lampung. Kehadiran tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat potensi pariwisata daerah sekaligus memperkuat upaya promosi destinasi Lampung.
Dalam kesempatan tersebut, Zita menegaskan dukungannya terhadap inisiatif generasi muda yang berupaya mengembangkan potensi pariwisata daerah asalnya.
"Saya sangat mengapresiasi semangat anak-anak muda yang memiliki kepedulian dan inisiatif untuk mengembangkan pariwisata kampung halamannya. Potensi daerah harus diberi ruang untuk tumbuh. Saya tentu siap mendukung berbagai gagasan positif seperti ini agar pariwisata daerah semakin berkembang, dikenal luas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Zita.
Zita sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata juga menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan paparan yang diberikan oleh rombongan. Ia melihat peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut, termasuk dengan Unlock Indonesia, khususnya untuk memperkuat promosi dan memperkenalkan potensi pariwisata Lampung kepada pasar yang lebih luas.
"Saya juga berterima kasih atas paparan dan gagasan yang disampaikan. Saya tertarik untuk melihat dan merasakan langsung pengalaman wisata yang tadi dipresentasikan. Saya siap hadir di Krui dan berharap bisa menjajal itinerary yang sudah disiapkan. Ini juga menjadi peluang untuk membangun kolaborasi dengan Unlock Indonesia sehingga potensi pariwisata Lampung bisa semakin dikenal dan dikembangkan," ungkap Zita.
Cholis Faizi mengatakan, konsep Segitiga Emas tidak semata-mata diarahkan untuk menghadirkan destinasi wisata baru, tetapi juga membangun ekosistem pariwisata yang memiliki karakter, daya saing, dan keberlanjutan.
Berbekal pengalamannya sebagai wartawan senior yang cukup lama meliput dinamika industri pariwisata Indonesia, Cholis melihat Lampung memiliki kekayaan alam dan bahari yang layak mendapat perhatian lebih besar dalam peta pariwisata nasional.
"Potensi wisata Lampung sangat besar. Kita ingin mengembangkan sebuah destinasi yang tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata yang memiliki nilai edukasi, konservasi, dan keberlanjutan. Kehadiran lumba-lumba liar menjadi salah satu potensi yang menarik untuk dikembangkan dengan prinsip ekowisata yang bertanggung jawab," ujar Cholis.
Ia menegaskan, pengembangan atraksi satwa liar harus menempatkan prinsip perlindungan dan kesejahteraan satwa sebagai prioritas. Wisatawan harus dapat menikmati keindahan kehidupan laut tanpa mengganggu habitat maupun perilaku alami satwa tersebut.
Pandangan Cholis tersebut diamini Galih Bima dan Agatha Jessicha. Keduanya menjelaskan bahwa pengembangan Segitiga Emas perlu ditopang pengemasan produk wisata yang menarik, itinerary yang terencana, serta keterlibatan pelaku usaha lokal dalam membangun rantai ekonomi pariwisata Lampung.
Mereka optimistis, dengan dukungan promosi yang lebih luas dan kolaborasi berbagai pihak, Lampung dapat menawarkan pengalaman wisata yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Konsep yang dipaparkan PT Faizi Sinar Murni tersebut menempatkan ekowisata berbasis satwa laut langka dan keindahan bahari autentik sebagai salah satu kekuatan utama. Atraksi lumba-lumba liar menjadi potensi unggulan yang dikembangkan dengan pendekatan konservasi dan ecotourism berkelanjutan.
Menutup pertemuan tersebut, Cholis menegaskan optimismenya bahwa Segitiga Emas dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi pariwisata Lampung secara lebih luas. Optimisme itu juga diamini Galih Bima dan Agatha Jessicha.
"Kami optimistis Segitiga Emas dapat menjadi salah satu kekuatan baru pariwisata Lampung. Respons positif Ibu Zita menjadi dorongan tersendiri bagi kami. Kami berharap gagasan ini tidak berhenti pada presentasi, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi dan langkah nyata. Dengan dukungan pemerintah, Unlock Indonesia, pelaku industri, serta anak-anak muda daerah, kami yakin potensi Lampung bisa berkembang lebih besar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Cholis yang diamini Galih Bima dan Agatha Jessicha.
Comment