BOGOR, CEKLISSATUElang jawa betina, Jelita, yang telah diepas liarkan di Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor, terus dipantau pergerakanna melalui Platform Transfer Terminal (PTTs) dengan jenis PinPoint Solar GPS-Argos dengan berat 21 gram.    

TSI Bogor bersama Pusat Suaka Elang Jawa (PSEJ), serta Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), dengan dukungan penuh dari PT Smelting, melakukan penangkaran dan breeding elang jawa.

Baca Juga : TSI Bogor Lepas Liarkan Sepasang Elang Jawa

Kegiatan itu merupakan wujud tanggung jawab TSI sebagai wujud   fungsi dan tanggung jawabnya sebagai lembaga eksitu.

Sehingga, program pelepas liaran elang jawa tersebut untuk mendukung program pemerintah yaitu eksitu link insitu.

“Dalam kegiatan pelepasliaran elang jawa yang telah dipasangi GPS, untuk mengamati pergerakannya,” ucap Peneliti TNGHS, Cici Nur Fatimah saat pelepasliaran elang jawa di TSI Bogor, Senin 30 Januari 2023.

Teknik pelacakana dengan menggunakana GPS, dengan memanfaatkan satelit, merupakan yang pertama kali dilakukan di Indonesia.

GPS dipasang ditubuh ‘Jelita’ dengan menggunakan tali yang aman untuk hewan.

GPS yang dipasang pada ‘Jelita’ bakal tahan hingga tiga tahun. GPS menggunakan tenaga solar, sehingga tidak perlu di charge. Tinggal memakai daya matahari,” tutup Cici yang merupakan mahasiswa doctoral di Kyoto, Jepang.