Menurutnya, kontribusi dari para pelaku usaha merupakan wujud kebersamaan dalam menjaga keberlangsungan ekonomi wilayah.

"Pemerintah daerah tetap bertanggung jawab penuh, namun dukungan dan kolaborasi dari para pengusaha akan mempercepat proses pembangunan serta meminimalkan potensi persoalan sosial di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga: Pemkab Bogor Gelontorkan Rp550 Juta untuk Perbaikan Empat Kelas SDN Ciasmara 05 di APBD Perubahan 2026

Selain pembangunan jalan utama, Pemkab Bogor juga menyiapkan trase sementara agar aktivitas operasional tambang tetap berjalan dengan aman dan tertib tanpa merugikan masyarakat. 

Pemkab Bogor juga akan melakukan perbaikan Jembatan Leuwiranji agar dapat dilintasi kendaraan angkutan dengan kapasitas hingga 30 ton.

Rudy Susmanto menegaskan, hasil rapat ini akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sebagai bentuk sinergi dan itikad baik antara pemerintah daerah dan para pengusaha tambang dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketertiban sosial.

"Prinsip kami jelas, pembangunan harus berjalan, ekonomi tetap berputar, dan masyarakat harus terlindungi. Komunikasi serta kebersamaan adalah kunci agar tidak terjadi konflik di lapangan,” tegasnya.

Baca Juga: Koordinasi Mandek, Pemkab Bogor Setop Sementara Pengelolaan Sampah Tangsel di Cileungsi

Rudy Susmanto juga menegaskan, pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah Bogor Barat, menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Bogor sejak dirinya bersama Wakil Bupati Jaro Ade dilantik pada 20 Februari 2025. 

Fokus pembangunan meliputi wilayah Parung Panjang, Rumpin, Nanggung, dan Gunung Sindur.