BOGOR, CEKLISSATU.COM– Abu vulkanik yang menyelimuti sejumlah wilayah Bogor tak hanya membuat warga lebih waspada saat beraktivitas di luar rumah. Di sisi lain, kondisi tersebut turut membuat masker kembali diburu masyarakat.

Ayu (32), salah seorang pedagang masker di Cibinong, merasakan langsung perubahan tersebut. Sejak isu sebaran abu vulkanik Anak Gunung Krakatau ramai diperbincangkan, penjualan masker di lapaknya meningkat.

Padahal, Ayu mengaku sudah cukup lama berjualan masker. Ia mulai menjajakan masker sejak pandemi Covid-19 dan tetap melanjutkan usaha tersebut meski permintaan tidak lagi seramai masa pandemi.

“Dari Corona sudah jualan. Sebelum ada kenaikan ini juga sudah jualan,” kata Ayu, Senin (7/9/2026).

Menurut Ayu, peningkatan pembelian mulai terasa sejak sehari sebelumnya. Ia bahkan kesulitan memenuhi permintaan karena stok masker yang tersedia mulai menipis.

Baca Juga: Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Satlantas Polresta Bogor Kota Bagikan Masker

“Pokoknya stoknya di sini sudah habis. Tinggal ini saja,” ujarnya.

Dari berbagai jenis masker, duckbill menjadi yang paling banyak dicari warga. Masker tersebut menjadi barang yang cukup sulit diperoleh karena pasokan dari gudang juga mulai terbatas.

“Duckbill yang paling banyak dicari,” kata Ayu.

Kendati permintaan meningkat, Ayu masih menjual masker dengan harga normal. Untuk duckbill merek Onemed, misalnya, ia mematok harga sekitar Rp25.000 per kotak.

“Rp25.000 satu box. Itu juga harga biasa sebelum ini,” tuturnya.