BOGOR, CEKLISSATU - Himpunan Mahasisw islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Cabang Bogor menggelar Training Akbar Nasional Latihan Kader (LK) 2, Jumat (18/7/2025).

Training itu bertujuan membentuk kader-kader HMI menjadi insan ulil albab yang siap menghadapi tantangan zaman sesuai dengan ideologi organisasi.

Training yang mengangkat tema ‘Strategi HMI: Memperkuta Identitas dan Membangun Kemandirian Ekonomi di Era Kecerdasan Buatan’ itu merupakan hasil kontemplasi panjang HMI Cabang Bogor dalam mempersiapkan kadernya.

Baca Juga: Unjuk Rasa di Balaikota Bogor, HMI MPO Minta Tangkap Mafia Pendidikan Wilayah II Jabar

Tema itu juga sejalan dengan visi kepengurusan HMI MPO Cabang Bogor periode 2024/2025, yang berfokus pada adaptasi terhadap perubahan era digital.

Ketua Pelaksana, Aidil Fitri Haris menuturkan, bahwa training HMI itu  berupaya menjawab krisis kelompok intelektual yang berdampak langsung pada masyarakat, khususnya pemuda. 

"Kami berharap para kader dari berbagai daerah dapat mengimplementasikan materi yang diberikan di daerahnya masing-masing," ujarnya.

Baca Juga: Cetak Regenerasi Pemimpin! BEM FISIP UNIDA Menyemai Inovasi dengan Memberikan Pemahan Teoritis mengenai Sosial dan Politik bersama Bambang Widjojanto

Dalam kegiatan itu juga ditekankan pentingnya kemandirian ekonomi sebagai penopang idealisme kader. 

"Di tengah zaman seperti ini, kemandirian ekonomi bukan pilihan tetapi adalah sebuah keharusan agar para kader dapat tetap menjaga idealismenya dan mampu memberikan dampak nyata di tengah masyarakat,” tambahnya. 

Sementara itu, Ketua Umum HMI MPO Cabang Bogor, Sirhan Umasugi mengungkapkan, akan terus menciptakan kader yang mampu memberi dampak nyata.

Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Terima Audiensi Himpunan Mahasiswa Rumpin, Ini yang Dibahas

“Ini adalah training ketiga yang kami laksanakan dalam kepengurusan kami,” ujarnya. 

HMI Cabang Bogor juga secara aktif merespons pergeseran zaman menuju era kecerdasan buatan. HMI menyadari bahwa literasi digital dan pemanfaatan teknologi di kalangan masyarakat, khususnya kader mahasiswa Islam, masih minim.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital saat ini memberikan ketimpangan di tengah masyarakat.

Baca Juga: Dedie Rachim Apresiasi dan Berikan Penghargaan "Deudeuh Ka Lembur" 

“Masyarakat di kota mendapatkan akses lebih gampang untuk menikmati kemajuan teknologi dibandingkan masyarakat di daerah tertinggal. Atas dasar inilah kami berharap kader HMI yang mengikuti training ini dapat berkontribusi untuk mengatasi ketimpangan tersebut," tambah Sirhan.

Training HMI itu diikuti oleh 15 kaderdari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bangka Belitung, Lombok Timur, dan Jabodetabek.

(Angga)