BOGOR, CEKLISSATU.COM - Sampah sering dianggap sebagai sumber masalah yang memicu banjir, longsor, hingga penyakit.
Namun, di Kota Bogor, pengelolaan sampah pasar tradisional justru berhasil mengubah tumpukan sampah menjadi berkah. Melalui sistem pengolahan kreatif dan inovatif, sampah kini bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.
Koordinator pengelola sampah Pasar Bogor, Chandra Ramadhan menjelaskan, bahwa sampah yang umumnya dipandang kotor dan tak bermanfaat, kini bisa diolah menjadi pupuk, pakan ternak, media tanam, hingga bahan kerajinan.
Baca Juga: Magot Organik: Atasi Sampah Jadi Pakan Ternak
"Saat ini sudah ada sistem pengolahan sampah di pasar tradisional Bogor. Sampah organik diurai menjadi pupuk, pakan ternak dan ikan, serta media tanam yang menghasilkan nilai ekonomi," ujarnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Menurut Chandra, pengelolaan dimulai dengan pemilahan sampah organik seperti sayuran dan buah-buahan.
Sampah kemudian diproses menggunakan hewan seperti maggot, ulat, dan keong untuk menghasilkan pakan ternak serta kompos alami.
Sementara itu, sampah non-organik didaur ulang agar memiliki nilai tambah. Misalnya, plastik dan kain diolah kembali menjadi bahan pakaian, furnitur, maupun produk kerajinan lain yang bernilai jual.
Manager K3 Perumda Pasar Pakuan Jaya, Sri Karyanto menambahkan, bahwa tantangan utama adalah mengubah perilaku pedagang dan pembeli agar lebih peduli lingkungan.
“Banyak masyarakat masih membuang sampah sembarangan, bahkan ke saluran air. Padahal, setiap hari sampah pasar tradisional di Bogor bisa mencapai 60 sampai 80 meter kubik atau setara 10 truk,” jelasnya.
Baca Juga: TPAS Galuga Segera Ditutup, Pemkab Bogor Terapkan Pola Pengelolaan Sampah Terbaru
Langkah pengelolaan sampah itu mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor. Kepala DLH Kota Bogor, Deni Wismanto, menilai pengelolaan sampah berbasis masyarakat merupakan solusi nyata menjaga kebersihan sekaligus mengurangi risiko banjir.
"Sampah memang salah satu masalah besar di pasar tradisional. Dengan kesadaran membuang sampah pada tempatnya dan sistem pengolahan menggunakan maggot, keong, serta ulat sutra, kondisi lingkungan akan jauh lebih baik," tegasnya.
Deni optimistis, inovasi pengelolaan sampah itu tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga mendukung Bogor meraih Piala Adipura untuk ketiga kalinya. Bahkan, pengolahan sampah tersebut membuka peluang usaha baru bagi masyarakat yang ingin menjadikan sampah sebagai sumber penghasilan.
Baca Juga: Pemkab Bogor Instruksikan OPD Punya TPS Mandiri, 25 Ribu ASN Harus Tanam Pohon Demi Lingkungan Hijau
Kini, melalui pengelolaan sampah pasar tradisional Bogor, tumpukan sampah yang semula dianggap bencana benar-benar berubah menjadi berkah.
Comment