BOGOR, CEKLISSATU - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, menyisakan tujuh paket pekerjaan fisik tahun 2022 dari total 469 kegiatan baik rehabilitasi dari tingkat SD maupun SMP. Salah satu pekerjaan yang menonjol adalah proyek fisik di SMPN 2 Cibinong, Kabupaten Bogor.
Proyek tersebut menjadi salah satu pekerjaan yang tidak bisa selesai tepat waktu. Sehingga kini masuk ke program luncuran di tahun 2023.
"Benar 7 kegiatan itu masuk dalam luncuran tahun 2023 karena ada keterlambatan waktu pengerjaan di tahun kemarin 2022. Contohnya seperti SMPN 2 Cibinong dan pembangunan RKB di SMPN 1 Klapanunggal,” ujar Kabid Sarpras Disdik Kabupaten Bogor, Desirwan kepada wartawan, belum lama ini.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan terlambatnya pekerjaan fisik seperti rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas baru (RKB) yang dilakukan pihak ketiga atau penyedia jasa tersebut.
“Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kegagalan pembangunan RKB dan rehab ini, salah satunya seperti faktor cuaca dan masih ada yang lainnya,” terangnya.
Baca Juga : Sekda Kota Bogor Apresiasi Harapan dan Keinginan Pedagang Pedati
Desirwan mengklaim jika progres pembangunan tujuh proyek tersebut berada di kisaran 70 hingga 80 persen. Sementara penambahan waktu pengerjaan atau adendum itu selama 50 hari atau hingga Februari 2023.
“Tujuh kegiatan itu rata-rata untuk progres pelaksanaan pekerjaannya baru diangka 70-80 persen dan perpanjangan waktu itu maksimal 50 hari kalender. Jadi dibulan Februari semua kegiatan itu sudah selesai tanpa ada kendala dan kita juga terus melakukan pengawasan agar pelaksanaan pembangunan itu selesai tanpa adanya kendala,” tuturnya.
Diketahui, secara keseluruhan ada 469 kegiatan fisik baik rehabilitasi dari tingkat SD maupun SMP yang dikerjakan Disdik pada 2022. Ratusan proyek tersebut bernilai Rp163,6 miliar.
ERUL
Comment