BOGOR, CEKLISSSATU - Kematian Fazri Rahman (13) yang meninggal di Pondok Pesantren Umul Quro Leuwiliang Bogor, menyisakan pertanyaan bagi keluarga. 

Keluarga menyebut ada sejumlah kejanggalan dalam kematian anak pasangan Arifin dan Maemoeri ini. 

Maemoeri ibu kandung Fazri mengatakan bahwa berdasarkan keterangan teman-teman korban,  Fazri masih bernafas usai tertimpa gerobak saat kerja bakti di lingkungan pondok pesantren tempat anaknya menimba ilmu agama Islam. 

"Oleh temannya sempat dibawa ke klinik yang ada di ponpes. Anak saya mengalami luka memar di dada dan punggung," kata Maemoeri, Sabtu 12 November 2022.

Sehari sebelum kejadian, ia sempat menemui anak ketiga dari empat bersaudara itu di ponpes. Saat menjenguk kondisinya nampak sehat dan bugar. 

"Padahal anak saya dalam keadaan sehat karena baru kita tengok Minggu paginya," tuturnya. 

Baca Juga : Santri Umul Quro Leuwiliang Meninggal Saat Kerja Bakti, Ibu Korban Sering Pingsan

Keesokan harinya, keluarga diminta untuk segera datang ke ponpes tanpa diberitahu alasannya. Setelah tiba, keluarga sudah mendapat firasat buruk, namun mereka tidak langsung diizinkan melihat anaknya. 

"Senin paginya pas nyampe dikasih kabar anak saya meninggal. Itu pun sebelumnya saya tanya dulu mana anak saya, belum dikasih tahu. Malah saya disuruh tenang dulu. Dan setelah itu baru diberi tahu anak saya sudah meninggal," ujarnya. 

Maemori mengatakan yang membuat dia kecewa, pada saat kejadian anaknya itu tidak ditangani dengan serius. Proses pengobatan hanya ditangani oleh pihak klinik pesantren.

"Kenapa tidak dibawa ke rumah sakit, kan dekat. Padahal itu ada luka dalam. Katanya divisum oleh pihak kepolisian, tapi kami tidak diberi tahu hasilnya," katanya.

Atas kasus kematian anaknya itu, ia meminta pertanggungjawaban pengurus Pondok Pesantren Umul Quro. Pasalnya diduga lalai dan mengabaikan nyawa orang. 

"Kami juga menyekolahkan anak di pesantren itu sudah mengeluarkan biaya tidak sedikit, sementara pihak pesantren tidak merawat dan menjaga murid-muridnya dengan baik. Dan lepas tanggung jawab saat ada kejadian ini," kata dia.