JAKARTA, CEKLISSATU.COM – Sebanyak 20 peserta didik SDN Meruya Selatan 01 Jakarta Barat dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah diduga mengalami keracunan MBG (Makanan Bergizi Gratis) pada Rabu (29/10/2025) lalu.

Suku Dinas Pendidikan Wilayah II dan Suku Dinas Kesehatan memastikan para siswa SDN Meruya Selatan 01 yang diduga keracunan MBG itu sudah tertangani dengan baik.

Plt Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat, Ali Mukodas mengatakan, dari 20 peserta didik yang mengalami muntah dan mual karena diduga keracunan MBG, tujuh di antaranya sempat dibawa ke RSUD Kembangan.

Baca Juga: Kasus Keracunan MBG di KBB Berlanjut, DPRD Jabar Soroti Pengawasan dan Proses Produksi Makanan

"Alhamdulillah, setelah dilakukan observasi dan diberikan obat, ketujuh peserta didik itu sudah diperbolehkan pulang. Kondisinya sudah sehat dan stabil," ujarnya, Selasa (4/11/2025).

Ali menjelaskan, 13 peserta didik lainnya langsung ditangani dokter Puskesmas di sekolah.

Kemudian, diberikan obat dan setelah dinyatakan pulih serta sehat, mereka langsung diperbolehkan pulang.

Baca Juga: Ratusan Siswa Keracunan MBG di Bandung Barat, Kasus Nyaris Tembus 500 Korban, Salah Satunya Anak Anggota Dewan

"Keesokan harinya, sebanyak 20 peserta didik yang diduga keracunan MBG itu sudah masuk sekolah, mengikuti kegiatan belajar dan mengajar (KBM) seperti biasa," ujarnya.

Ali menegaskan, pihaknya sudah menghentikan sementara pemberian MBG di SDN Meruya Selatan 01 hingga menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan di Labkesda DKI Jakarta selesai.

Ali menambahkan, ke depan pihaknya akan melibatkan para pihak untuk pendampingan pelaksanaan program MBG di SDN Meruya Selatan 01.

Baca Juga: Keracunan MBG Berulang di KBB, Ketua Komisi V DPRD Jabar: Harus Jadi Evaluasi Serius

"Kita melakukan pendampingan dari sekolah untuk meyakinkan dengan melakukan diskusi dengan para pihak karena kejadian keracunan MBG baru kali pertama terjadi di Jakarta Barat," terangnya.

Wakil Kepala SDN Meruya Selatan 01, Nur Syamsiyah menuturkan, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dan musyawarah dengan para orang tua peserta didik terkait pelaksanaan program MBG.

"Kita akan lakukan yang terbaik agar peserta didik di sini dipastikan gizinya terpenuhi melalui makanan dan minuman aman konsumsi," ungkapnya.

Baca Juga: Pulau Jawa Catat Kasus Keracunan MBG Terbanyak, Menkes Rinci Penyebabnya

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Erizon Safari menjelaskan, pihak telah melakukan investigasi terhadap pasien yang diduga keracunan, termasuk tindakan pengobatan.

"Kami juga telah melakukan pengamanan sampel makanan, dan dikirim ke Labkesda untuk uji laboratorium. Selain itu, kami juga telah melakukan kunjungan dan inspeksi ke dapur SPPG bersama tim investigasi dari instansi terkait," tegasnya.

Erizon menambahkan, Puskesmas secara berkala melakukan pembinaan dan monitoring pelaksanaan pengolahan makanan siap saji di SPPG.

Baca Juga: Lagi, Dugaan Keracunan MBG Terjadi di Kabupaten Bogor, Tiga Siswa SDN Pasir Angin 2 Megamendung Dirawat

"Perlu komitmen dan konsistensi dari SPPG dalam menerapkan higiene sanitasi pangan olahan siap santap ini," pungkasnya.