Salah satu narasumber, Yoana Nurul Asri, S.Si., M.Pd. menyampaikan bahwa kualitas proposal sangat menentukan dalam kompetisi hibah. "Proposal yang baik harus memiliki kebaruan, manfaat yang jelas bagi masyarakat atau dunia akademik, serta perencanaan anggaran yang realistis. Dengan memahami kriteria ini, peluang mendapatkan hibah akan semakin besar," paparnya.

Narasumber lainnya, Dr. H. Itto Turyandi, M.M., M.Si., menyampaikan bahwa "bimbingan teknis pembuatan proposal hibah penelitian dan PKM merupakan bagian dari pendampingan untuk membantu para dosen sebagai peneliti atau pengusul guna mendapatkan proposal yang berkualitas dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemberi hibah". Adapun tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan peneliti dalam menyusun proposal yang terstruktur dan sistematis, mengidentifikasi fenomena yang akan diangkat sebagai topik penelitian atau PKM yang relevan dengan urgensi penyelesaian yang dibutuhkan masyarakat, mengembangkan metodologi penelitian yang tepat, menyusun timeline yang realistis dan menghitung rencana anggaran biaya yang efektif efisien. Hasil dari bimbingan teknis ini akan membantu meningkatkan kualitas dan meningkatkan probabilitas untuk mendapatkan pendanaan dari proposal tersebut.

Baca Juga: Ketua DPW Forum Komunikasi Dosen  Provinsi Jawa Barat Lantik Dewan Pengurus FKD Kota Cimahi Masa Bhakti 2025-2030

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi dan pendampingan bagi peserta yang ingin memperoleh masukan langsung terkait proposal yang sedang mereka susun. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi interaktif yang terjadi sepanjang acara. Dengan adanya bimbingan teknis ini, diharapkan jumlah proposal hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari INSTBUNAS dapat meningkat, baik dari segi jumlah maupun kualitasnya.