BOGOR, CEKLISSATU – Kabupaten Bogor miliki berbagai potensi wisata yang sangat besar.

Terutama potensi wisata di Desa Karang Tengah, Sentul, Kabupaten Bogor.

Beberapa potensi wisata yang ada di sana adalah Curug Leuwi Hejo, Curug Mutiara, Hutan Pinus, Bukit Paniisan, Pemandian Air Panas Gunung Pancar, Goa Agung Garunggang, dan lainnya.

Baca Juga : Tinjau Implementasi Green City dan Pembangunan Berkelanjutan, Unpak Bogor Ajak URDIC Kunjungi Sentul City

Posisi Desa Karang Tengah sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Kawasan Kota Mandiri Sentul City.

Besarnya potensi wisata yang ada di Karang Tengah dilirik oleh pemuda-pemuda desa membuat local guide, sebagai pemandu bagi wisatawan yang memiliki minat untuk treking di objek-objek wisata di Desa Karang Tengah.

Menurut Ketua Paguyuban Local Guide Sentul (PLGS) Ismail, jumlah local guide saat ini di Desa Karang Tengah kurang lebih berjumlah 200 orang yang tergabung dalam PLGS.

Baca Juga : Ribuan Mahasiswa Baru Unpak Ikuti PKBN 2024

 Kelembagaan ini cukup bagus, selain meningkatkan mata pencaharian masyarakat desa juga sebagai wadah komunikasi sesama local guide.

Namun demikian, menurut ismail, keberadaan paguyuban ini masih sendiri belum ada kolobarasi dengan pemerintah desa.

Paguyuban ini juga masih retan dengan wisatawan yang datang menggunakan guide dari hotel-hotel sekitarnya.

Baca Juga : PERHUMAS dan FISIB Unpak Sukses Menyosialisasikan Peran AMEC dalam Mengukur Kinerja PR Kepada Mahasiswa

Kelembagaan paguyuban PLGS masih lemah meskipun mempunyai anggota cukup banyak tetapi belum mempunyai AD/ART.  

Belum semua melibatkan komponen pelaku wisata desa tergabung dalam PLGS.

Belum adanya konsep wisata yang dikembangkan, baik dalam bentuk wisata alam, wisata kuliner, wisata budaya, dan wisata religi; belum adanya informasi wisata desa terkait potensi atraksi wisata, aksesibilitas, kenyamanan.

Baca Juga : Ratusan Kepala SMP se-Kabupaten Bogor Dilatih Managerial dan Leadership 

Oleh karena itu, Universitas Pakuan (Unpak) melakukan kegiatan pendampingan penguatan kelembagaan wisata desa di Desa Karang Tengah.

Dosen Program studi Perencanaan Wilayah Unpak Mujio mengatkan, Pendampingan Perencanaan Pengembangan Desa Wisata di Desa Karang Tengah ini juga melibatkan mahasiswa dengan program MBKM.  

Mahasiswa belajar langsung dan menerapkan beberapa mata kuliahnya di lapangan.

Baca Juga : Dekan FISIP Universitas Djuanda Soroti Tantangan Transformasi Digital dalam Birokrasi Pemerintahan pada Konferensi Internasional di Semarang

Mujio menambahkan, kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat desa untuk mengontrol dan terlibat dalam pengelolaan dan pembangunan pariwisata, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat yang tidak terlibat langsung dalam usaha-usaha pariwisata agar dapat memperoleh keuntungan.

Berikut 4 solusi yang ditawarkan  PkM mahasiswa Unpak untuk meningkatkan potensi wisata di Desa Karang Tengah.

  1. Pendampingan terhadap aparatur desa dan kelompok masyarat desa untuk melakukan pemetaan wilayah desa.
  2. Pendampingan perumusan konsep wisata desa berbasis potensi lokal desa.
  3. Bersama-sama dengan masyarakat menyiapkan informasi terkait potensi atraksi wisata, aksesibilitas dan kenyamanan serta kelembagaan penunjang kegiatan wisata desa di setiap obyek wisata berbasis peta.
  4. Bersama-sama masyarakat desa menyiapkan bentuk kelembagaan, jaringan dan rencana pengelolaan wisata desa kedepannya.  

Para mahasiswa bersama masyarakat melakukan pemetaan potensi dan permasalahan pengembangan wisata Desa Karang Tengah.

Beberapa hasil dari PKM adalah papan petunjuk informasi wisata yang dapat diakses oleh wisatawan, dokumen rencana pengembangan wisata desa yang disusun bersama semua stakeholder.

Baca Juga : Aplikasi "SiKasep" Polresta Bogor Kota,  Lapor Kehilangan menjadi Mudah dan Gratis

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pengembangan potensi wisata desa, agar dapat memberikan manfaat yang lebih merata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Desa Karang Tengah.