Ia menyebut bahwa inovasi metode pelatihan yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan hasil pengembangan orisinalnya dalam memanfaatkan teknologi artificial intelligence untuk menyederhanakan dan mempercepat proses produksi informasi pemerintahan secara efisien.

Baca Juga: FEMA IPB University Gelar Kuliah Tamu dengan Prof Christopher P.A. Bennet dari The University of British Columbia tentang Pengelolaan Sumber Daya Alam

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama pelatihan berlangsung. Mereka tidak hanya menerima teori, tetapi juga mendapatkan kesempatan melakukan praktik langsung menyusun press release berbasis AI dengan panduan sistematis dari para narasumber. 

Banyak peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan perspektif baru sekaligus solusi praktis dalam meningkatkan efektivitas komunikasi publik di lingkungan kerja mereka.

Dr. Wahyu Budi Priatna, salah satu narasumber, turut menyoroti urgensi keterbukaan informasi publik. 

Menurutnya, dalam konteks komunikasi pemerintahan modern, badan publik wajib tidak hanya menyediakan dan mengumumkan informasi, tetapi juga memastikan akses yang relevan dan transparan bagi masyarakat luas.

Baca Juga: Beri Pendidikan Berkualitas, BPJS Ketenagakerjaan Dorong Penerima Beasiswa Bisa Kuliah Di IPB University

Sementara itu, Dr. Hudi Santoso menegaskan bahwa fondasi dari setiap bentuk produksi informasi publik harus bertumpu pada prinsip etika jurnalistik.