BOGOR, CEKLISSATU – Upaya menekan angka putus sekolah di Kota Bogor terus digencarkan melalui berbagai inisiatif pendidikan dan pelatihan keterampilan.
Salah satunya adalah Pelatihan keterampilan Siap Kerja yang digelar Sekolah Djuara PKBM Bakti Nusa bersama Clean Sheet di Aula Kantor Kecamatan Bogor Tengah, Jumat (28/2/2025).
Pelatihan keterampilan itu diikuti oleh puluhan peserta dan diawali dengan penampilan seniman jalanan serta pemutaran film pendek yang merupakan hasil karya siswa Sekolah Djuara PKBM Bakti Nusa dalam bidang multimedia.
Baca Juga: Siapkan 6.000 Beasiswa, Jurus Ampuh Calon Bupati Bogor Jaro Ade Hapus Angka Putus Sekolah
Berbeda dari pelatihan keterampilan lainnya, kegiatan itu juga dikelola langsung oleh para siswa, menunjukkan bahwa mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan keterampilan organisasi dan kepemimpinan.
Ketua Pembina PKBM Bakti Nusa, Yantie Rachim, yang juga istri Wali Kota Bogor Dedie Rachim, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam pelatihan keterampilan tersebut.
Menurutnya, konsep pendidikan berbasis keterampilan seperti itu sejalan dengan program Bogor Beres, yang bertujuan menekan angka putus sekolah di Kota Bogor.
Baca Juga: 2 Tahun Covid, Angka Putus Sekolah Tingkat SD dan SMP di Kabupaten Bogor Capai 4000 Anak
“Di sini, pendidikan bukan hanya soal akademis, tetapi juga membangun mental, akhlak, dan keterampilan. Kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi atau faktor lainnya tidak menghalangi seseorang untuk maju,” ujar Yantie.
Tak hanya memberikan pendidikan gratis, sekolah itu juga membekali peserta dengan 10 jenis keterampilan vokasi, termasuk barista, cleaning service, menjahit, multimedia, hingga otomotif dan pertanian.
Kepala Sekolah Djuara PKBM Bakti Nusa, Sumedi, menjelaskan bahwa program itu dirancang agar siswa tidak sekadar mengejar ijazah, tetapi juga siap terjun ke dunia kerja atau berwirausaha.
Baca Juga: Soal Bantuan Pendidikan di Jawa Barat, Gubernur Terpilih Dedi Mulyadi Minta Warga Memilih
Sementara itu, Founder dan CEO Clean Sheet Indonesia, Dihqon Nadaamist, menambahkan bahwa pelatihan keterampilan diawali dengan pemaparan teori sebelum peserta diberikan kesempatan untuk praktik langsung dengan perlengkapan yang telah disiapkan.
“Dengan adanya pelatihan keterampilan, diharapkan semakin banyak warga Kota Bogor yang mendapatkan kesempatan kedua dalam pendidikan dan keterampilan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya,” tutupnya.
Comment