BOGOR, CEKLISSATU.COM - Komisi V DPRD Jawa Barat dorong percepatan pemenuhan fasilitas yang masih kurang di SMAN 3 Jonggol dan SMAN 1 Kemang Kabupaten Bogor.

Hal itu untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal. Selain itu, dalam rangka monitoring perkembangan Unit Sekolah Baru (USB) sekaligus meninjau kondisi sarana prasarana serta ketersediaan tenaga pendidik.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Dede Candra Sasmita menyampaikan, secara umum pembangunan fisik kedua sekolah sudah berjalan baik dan sesuai perencanaan.

Baca Juga: Fasilitas Sekolahnya Terkena Dampak Pergeseran Tanah Proyek Sentul City, Kepsek SMPN2 Babakan Madang Ngadu ke Dewan saat Reses

Namun, masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu segera ditangani.

“Secara fisik bangunan sudah cukup baik dan sesuai harapan. Namun masih menemukan adanya kekurangan guru tetap, sehingga operasional sekolah belum sepenuhnya mandiri. Hal ini tentu harus segera menjadi prioritas,” kata Dede, Jumat (13/2/2026)

Dede menjelaskan, SMAN 1 Kemang masih bergantung pada tenaga pendidik dari SMAN 1 Parung.

Baca Juga: Imbas Atap Sekolah Ambruk, KBM SMAN 2 Gunung Putri Diliburkan hingga Ada Izin Tim Teknis

Kondisi itu dinilai kurang ideal karena dapat mempengaruhi efektivitas administrasi dan kegiatan belajar mengajar.

Selain itu, SMAN 3 Jonggol dengan luas 1 hektare dan SMAN 1 Kemang seluas 6.500 meter persegi, hingga kini belum memiliki pagar keliling, sehingga menjadi sorotan.

“Ketiadaan pagar menjadi perhatian serius karena menyangkut aspek keamanan dan kenyamanan siswa. Kami mendorong Dinas Pendidikan agar mengalokasikan anggaran pembangunan pagar keliling dan menargetkan penyelesaiannya pada tahun ini,” tegasnya.

Baca Juga: Bogor Barat dan Timur Siap Jadi Calon DOB, Cigudeg, Jonggol dan Sukamakmur Diunggulkan

Bukan hanya itu, kata Dede, Komisi V mencatat fasilitas penunjang di kedua sekolah belum terpenuhi secara optimal, terutama laboratorium komputer yang membutuhkan sedikitnya 36 unit komputer serta perpustakaan yang masih terbatas sehingga perlu segera dilengkapi.

“Kami ingin sekolah tidak hanya berdiri secara fisik, tapi fasilitas belajar seperti laboratorium komputer dan perpustakaan segera dimaksimalkan agar siswa mendapat pendidikan berkualitas,” katanya.

Dede juga menilai, kedua sekolah belum memiliki masjid atau ruang ibadah. Sehingga kegiatan ibadah masih menggunakan ruang kelas yang dinilai kurang ideal.

Baca Juga: Pemprov DKI Perluas Layanan Pendidikan Inklusif, Luncurkan 32 Bus Sekolah Ramah Disabilitas, Ini 5 Rute Baru

Sementara itu, percepatan rekrutmen guru tetap serta pemenuhan sarana, termasuk 36 unit komputer, buku perpustakaan, pembangunan masjid, dan pagar keliling, menjadi prioritas tahun ini.

“Kami akan terus mengawal agar seluruh rekomendasi terealisasi, sehingga unit sekolah baru ini mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat,” pungkasnya.