Lalu, sejauh mana ketiga pusat pendidikan ini telah bersinergi dalam menciptakan kualitas pendidikan yang ideal?

Baca Juga: Pengiriman Anak Nakal ke Barak Militer, Dedi Mulyadi: Sudah Dimulai di Bandung dan Purwakarta

Keluarga merupakan tanggung jawab orang tua, sekolah adalah ranah para guru, dan lingkungan merupakan tanggung jawab pemerintah. 

Oleh karena itu, seharusnya pemerintah lebih fokus dalam menciptakan ruang-ruang publik yang ramah anak—ruang yang memungkinkan anak-anak untuk mengaktualisasikan potensi diri mereka.

Sebuah penelitian yang dilakukan sebelum era telepon pintar mengungkapkan bahwa watak dan perilaku anak-anak 75% dibentuk oleh lingkungan. Kini, dengan hadirnya gawai canggih, peran lingkungan menjadi semakin dominan, sementara kontribusi orang tua dan guru tinggal sekitar 25%. 

Jika merujuk pada data ini, maka menjadi sangat penting dan mendesak bagi pemerintah untuk menciptakan lingkungan dan ruang publik yang mendukung tumbuh kembang anak.

Baca Juga: Usulan Gubernur Dedi Mulyadi Soal Vasektomi untuk Pria Penerima Bansos, MUI Jabar Tegaskan Ini

Permasalahan kenakalan anak juga perlu dilihat dari sudut pandang teori pemecahan masalah. Ada persoalan yang bersifat parsial-individual, dan ada pula yang bersifat integral-sistemik. 

Apakah kenakalan anak merupakan masalah individu semata, ataukah ia adalah gejala dari persoalan sistemik yang lebih luas?