JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mennjau langsung kondisi para pengungsi korban bencana di Aceh Tamiang.

 Tito Karnavian mengatakan, bahwa pemerintah memastikan percepatan penanganan warga terdampak bencana, termasuk yang masih berada di tenda.

Tito Karnavian mengunjungi para pengunsi korban bencana yang ada di 3 desa, yakni Lubuk Sidup, Tanjung Gelumpang, dan Sekumur. Ketiga desa tersebut berada di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.

Baca Juga: Aksi Heroik Tim SAR dan Personel Korsabhara Polri Menembus Medan Ekstrem untuk Korban di Blang, Bireuen Aceh

"Jumlah pengungsi telah menurun drastis dibandingkan kondisi awal pascabencana yang terjadi pada akhir November 2025. Dari sekitar 2,1 juta jiwa yang sempat mengungsi di tiga provinsi terdampak, kini jumlahnya semakin berkurang," kata Tito, ikutip dari Instagram pribadi @titokarnavian, Selasa (7/4/2026).
.
Meskipun jumlahnya relatif sedikit, lanjut Tito, pemerintah tetap memberikan perhatian penuh terhadap para pengungsi yang tersisa, khususnya di Aceh Tamiang dan Bireuen. 

"Bagi pengungsi di Bireuen, pemerintah tengah membangun hunian tetap (huntap)," ujar mantan Kapolri itu.

Baca Juga: Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera dan Aceh, Berikut Ini Rinciannya

Dalam peninjauannya itu juga, ia melihat langsung progres pembangunan hunian sementara (huntara) di sejumlah desa, termasuk Sekumur. 

Ia mengatakan, pembangunan huntara bagi warga dapat segera rampung dalam waktu dekat. 

Namun, kondisi geografis seperti akses jalan yang terdampak longsor menjadi salah satu kendala dalam percepatan pembangunan di wilayah tersebut.

Baca Juga: AHY Sebut Pemerintah Siapkan Rp51 Triliun untuk Pemulihan Infrastruktur Pasca Bencana di Sumatera dan Aceh

"Selain pembangunan hunian, pemerintah juga memastikan berbagai bantuan diberikan kepada masyarakat terdampak, seperti bantuan lauk-pauk, perabot rumah tangga, hingga stimulan ekonomi," ujarnya. 

Selain itu juga, pemerintah memastikan kebutuhan dasar lainnya, seperti penyediaan air bersih yang akan dipenuhi melalui pembangunan sumur bor oleh BNPB dan Satgas PRR. 

"Langkah ini dilakukan berdasarkan aspirasi masyarakat yang berharap adanya bantuan sumber air bersih," tutup Tito Karnavian.