BANDUNG, CEKLISSATU.COM -- Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana menggelontorkan anggaran sebesar Rp51 triliun untuk memulihkan kembali pembangunan pasca bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Pulau Sumatera.
Rencana ini disampaikan setelah Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung kondisi terdampak bencana di Provinsi Aceh dua hari yang lalu.
Bencana banjir dan longsor tersebut telah menimbulkan kerusakan parah di tiga provinsi sekaligus Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Baca Juga: PWI Pusat Terbitkan Edaran Rangkap Jabatan, Perpanjangan KTA dan Donasi Kemanusiaan Bencana Sumatera
Salah satu daerah yang paling terdampak adalah Aceh Tamiang, di mana banyak akses jalan terputus dan sejumlah jembatan mengalami kerusakan berat hingga hancur.
Menko Infrastuktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudyohono mengatakan, untuk menghadapi keterbatasan akses tersebut, pemerintah melalui Kementerian PUPR saat ini memfokuskan upaya pada perbaikan sementara untuk membuka kembali jalur transportasi vital.
"Mengingat pembangunan jalan dan jembatan permanen membutuhkan waktu berbulan-bulan, langkah-langkah temporer dinilai menjadi prioritas agar mobilitas warga dan bantuan logistik dapat segera dipulihkan," kata AHY saat kunjungan kerjanya di Bandung, Jumat (12/12/2025).
AHY mengatakan pemulihan akses ini menjadi krusial karena memudahkan distribusi bantuan kemanusiaan seperti sembako, obat-obatan, serta kebutuhan harian lainnya kepada korban terdampak.
"Selain kerusakan infrastruktur jalan, pemerintah juga menyoroti masalah serius lainnya kerusakan rumah warga yang bervariasi dari rusak ringan hingga hilang terbawa arus banjir," katanya.
Comment