BANDUNG, CEKLISSATU - Jaringan 6G sebagai generasi berikutnya dalam dunia komunikasi nirkabel menjadi lompatan besar dalam hal teknologi dan inovasi.

Direktur Advanced Intelligent Communications (AICOMS) di Telkom University dan alumnus Teknik Telekomunikasi, STEI ITB, Assoc. Prof. Dr. Eng. Khoirul Anwar mengatakan, bahwa teknologi kuantum dapat menjadi kunci utama dalam pengembangan jaringan 6G, khususnya dalam aspek Radio Access Network (RAN) dan enkripsi.

Dia mengatakan, teknologi kuantum memiliki potensi besar dalam meningkatkan performa jaringan nirkabel

Baca Juga: Kawasan Jalan Ganesha ITB Bogor Bakal Ditata, Ini Manfaatnya

Salah satu penerapannya adalah dalam optimalisasi RAN, yang menjadi tulang punggung komunikasi nirkabel. 

"Dengan kemampuan kuantum dalam memproses informasi dengan kecepatan dan efisiensi yang jauh lebih tinggi dibandingkan sistem klasik, RAN dapat dioptimalkan untuk mengurangi latensi dan meningkatkan kapasitas jaringan," kata dia dikutip dari laman ITB, Senin (16/6/2025).

Dia menambahkan, di era ketika keamanan siber semakin menjadi perhatian, algoritma kuantum dapat menawarkan solusi enkripsi yang jauh lebih kuat dibandingkan metode tradisional. 

Baca Juga: Tingkatkan Kemampuan Teknologi dan Digitalisasi Anak Muda Bogor, Dedie Rachim Bilang Harus Begini

"Hal ini sangat penting karena perkembangan komputasi kuantum berpotensi membongkar sistem keamanan digital yang saat ini digunakan. Dengan enkripsi berbasis kuantum, jaringan 6G bisa menghadirkan perlindungan data yang jauh lebih aman," ucapnya.

Dia juga menjelaskan bagaimana 6G akan jauh lebih canggih dibandingkan dengan 5G dan 4G. 

"Kecepatan yang lebih tinggi, latensi mendekati nol, serta efisiensi energi yang lebih baik menjadi beberapa keunggulan utama yang diharapkan dari jaringan ini," jelasnya. 

Baca Juga: Pemerintah Kota Bogor dan APJATEL Kerja Sama Turunkan Kabel Yang Semerawut

"Integrasi kecerdasan buatan dengan teknologi kuantum juga akan semakin mempercepat pemrosesan data dan membuka peluang baru dalam komunikasi nirkabel," tambahnya.

Namun, selain itu juga, teknologi jaringan 6G memilik berbagai tantangan dalam penerapan teknologi kuantum untuk 6G. 

"Kestabilan sistem serta kesiapan infrastruktur untuk mendukung teknologi kuantum untuk 6G. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut agar teknologi kuantum dapat benar-benar diterapkan secara luas dalam dunia telekomunikasi," ujarnya.

Baca Juga: Diskominfo Kabupaten Bogor Tawarkan Layanan Telekomunikasi dan Wifi Publik Gratis di Kabogorfest 2025

Teknologi kuantum memiliki peran penting dalam pengembangan 6G, khususnya dalam aspek RAN dan keamanan data. 

Dengan adanya kolaborasi antara akademisi, industri, dan peneliti, diharapkan inovasi ini dapat segera terwujud dan membawa revolusi besar dalam dunia telekomunikasi

"Seperti yang sering dikatakan oleh para pakar teknologi, masa depan komunikasi nirkabel bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang efisiensi, keamanan, dan ketahanan sistem yang lebih baik," tutup dia.