Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua, khususnya di daerah dengan tingkat kerawanan tertentu.
“Patroli taktis dan penyisiran dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif untuk memastikan wilayah tetap aman. Kami terus mengedepankan langkah terukur guna meminimalisasi potensi gangguan keamanan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan yang sistematis.

“Kami terus memperkuat langkah pencegahan melalui patroli dan pemantauan di titik-titik yang memiliki potensi kerawanan. Hal ini penting agar situasi keamanan tetap terkendali,” jelasnya.
Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, AKBP Andria, S.I.K., saat dikonfirmasi media (18/4) menambahkan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari insiden kontak tembak yang terjadi pada 15 April 2026 di Kampung Samboga, Distrik Seredala, Yahukimo, saat patroli rutin yang dilaksanakan bersama Polres Yahukimo.
“Pasca kejadian tersebut, kami langsung melakukan penyelidikan dan pendalaman, kemudian dalam waktu singkat dilanjutkan dengan pengejaran terhadap pelaku. Kegiatan patroli taktis dan penyisiran pada 17 hingga 18 April ini merupakan bagian dari langkah lanjutan untuk memastikan situasi tetap terkendali,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa hasil kegiatan menunjukkan situasi keamanan berada dalam kondisi terkendali, serta dilakukan penyisiran di jalur rawan dan titik yang diduga menjadi lokasi persinggahan kelompok tersebut.
“Dalam kegiatan tersebut, kami juga mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata. Ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan agar potensi gangguan tidak berkembang,” tambahnya.
Comment