BOGOR, CEKLISSATU - Seorang santri inisial KVD (14) yang sedang menuntut ilmu di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Tanbihul Ghofilin, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor menjadi korban kekerasan hingga mengalami luka dibagian punggung dan tangan.
Luka yang dialami bocah kelas 8 SMP tersebut lantaran mendapat pukulan beberapa kali dari salah satu santri yang kerap disebut senior menggunakan sebatang besi.
Atas kejadian itu, pihak keluarga pun tidak terima dan bakal melaporkan pelaku ke polisi. "Kami dari keluarga tentu tidak terima jika adik saya mendapat kekerasan dan kami akan laporkan pelaku ke polisi," ucap Kakak KVD, Rizky Dewantara kepada CeklisSatu.com pada Selasa, 6 Juni 2023.
Baca Juga : Tak Cocok, Taylor Swift dan Matty Healy Putus
Rizky menceritakan kejadian bermula saat gelaran event olahraga di dalam pesantren pada pekan lalu, kemudian pelaku berpapasan dengan KVD dan terjadilah semacam candaan, tetapi tanpa sebab yang jelas pelaku tiba-tiba mengambil sebatang besi dan langsung memukulkan beberaa kali ke KVD.
"Terduga pelaku merupakan seorang seniornya di pesantren, hal itu pula yang membuatnya merasa heran, yang saya pertanyaan kenapa alumni pada saat ada kegiatan di dalam pesantren kok bisa masuk, kemudian yang dilakukan oleh pihak pesantren saat ini apa, saya belum tau," jelasnya.
Rizky berharap permasalahan yang menimpa adik dan keluarganya dapat perhatian dari pihak kepolisian maupun pemerintah. Sebab, masih kata Rizky, pondok pesantren merupakan tempat untuk menuntut ilmu, bukan ajang menjadi jagoan.
"Saya berharap ada tindakan tegas dari kepolisian atau unsur pemerintah Kabupaten Bogor. Saya ingin bupati atau gubernur meninjau langsung kenapa masih ada kekerasan di dunia pendidikan khususnya di ponpes," tegasnya.
Sementara itu, salah satu pengasuh di pondok pesantren, Ahmad mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut. "Saya tidak bisa bercerita apa-apa, saya kurang paham karena kejadiannya saya tidak ada di tempat," katanya saat dikonfirmasi.
Comment