“Obat yang kami bawa adalah obat standar dan semuanya gratis. Tidak dipungut biaya apa pun,” tegasnya.


Sejak beroperasi, jumlah panggilan darurat ke PSC 119 terus meningkat. Pada 2024 tercatat sekitar 1.800 panggilan, sementara pada 2025 meningkat menjadi sekitar 2.200 panggilan atau naik sekitar 22 persen.


“Kasusnya bervariasi, ada yang emergensi dan non-emergensi. Selama ada panggilan, pasti kami datangi. Setelah dilihat langsung, baru ditentukan apakah perlu dirujuk atau cukup ditangani di tempat,” jelas Dewi.


Ke depan, PSC 119 berharap masyarakat semakin mengenal dan memanfaatkan layanan darurat tersebut.


“Harapan kami, masyarakat semakin tersosialisasi dengan 119. Kalau ada masalah medis, jangan panik, langsung telepon 119. Kami siap membantu 24 jam,” katanya.


Dalam setiap penugasan, PSC 119 menurunkan satu tim yang terdiri dari minimal tiga personel.
“Satu tim itu ada satu driver dan dua perawat,” tutup Dewi.