BOGOR, CEKLISSATU.COM - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Public Safety Center (PSC) 119 Dinas Kesehatan Kota Bogor terus meningkatkan pelayanan kegawatdaruratan bagi masyarakat. Sejak resmi menjadi UPTD pada 1 Januari 2025, PSC 119 mencatat peningkatan signifikan jumlah panggilan darurat dari warga.


Kepala UPTD PSC 119 Dinas Kesehatan Kota Bogor, Dewi Mustika Sari, menjelaskan bahwa PSC merupakan pusat layanan yang mengoordinasikan seluruh kegiatan kegawatdaruratan di wilayah kota.


“PSC itu suatu pusat layanan yang menjamin kebutuhan kegiatan kegawatdaruratan di masyarakat. Jadi kalau di kota atau kawasan, leading sector-nya itu PSC. Setiap ada kasus kegawatdaruratan, kami yang mengoordinasikan,” ujar Dewi. Selasa, (27/1/2026) 

Baca Juga: HUT Ke-80 TNI: Koramil 2117 Nanggung Meriahkan dengan Jalan Santai, Sunatan Massal hingga Pengobatan Gratis


Ia menegaskan, layanan PSC 119 tidak berbasis pelayanan di dalam gedung, melainkan jemput bola langsung ke lokasi kejadian.


“Kami tidak ada pelayanan di dalam gedung. Kalau ada panggilan ke 119 atau WhatsApp resmi, misalnya ada orang jatuh, kecelakaan, atau bencana, kami langsung mendatangi pasien ke lokasi,” katanya.


Selain penanganan langsung, PSC 119 juga memberikan edukasi medis jarak jauh kepada masyarakat.


“Kalau ada warga di rumah yang bingung menangani orang sakit, bisa telepon ke kami. Nanti kami jelaskan apa yang harus dilakukan, obat apa yang bisa diberikan, dan tindakan pertolongan pertamanya,” jelas Dewi.


PSC 119 juga terlibat dalam pengamanan medis berbagai kegiatan dan event di Kota Bogor serta berkoordinasi dengan puskesmas setempat. Salah satu layanan utama PSC adalah ambulans gratis 24 jam bagi warga Kota Bogor.


“Kami menyediakan ambulans gratis 24 jam sesuai program Wali Kota. Total ada 28 ambulans, tiga di PSC dan 25 tersebar di puskesmas, serta 10 ambulans motor,” ungkapnya.

Baca Juga: Donor Darah dan Pengobatan Gratis Warnai Semangat HUT Ke-80 TNI di Mimika  


Ambulans motor disiapkan untuk menjangkau wilayah gang sempit yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.


“Ambulans motor itu berangkat lebih dulu untuk meninjau pasien dan melakukan pertolongan pertama,” tambah Dewi.


Ia menegaskan, seluruh layanan PSC 119 diberikan tanpa biaya.


“Obat yang kami bawa adalah obat standar dan semuanya gratis. Tidak dipungut biaya apa pun,” tegasnya.


Sejak beroperasi, jumlah panggilan darurat ke PSC 119 terus meningkat. Pada 2024 tercatat sekitar 1.800 panggilan, sementara pada 2025 meningkat menjadi sekitar 2.200 panggilan atau naik sekitar 22 persen.


“Kasusnya bervariasi, ada yang emergensi dan non-emergensi. Selama ada panggilan, pasti kami datangi. Setelah dilihat langsung, baru ditentukan apakah perlu dirujuk atau cukup ditangani di tempat,” jelas Dewi.


Ke depan, PSC 119 berharap masyarakat semakin mengenal dan memanfaatkan layanan darurat tersebut.


“Harapan kami, masyarakat semakin tersosialisasi dengan 119. Kalau ada masalah medis, jangan panik, langsung telepon 119. Kami siap membantu 24 jam,” katanya.


Dalam setiap penugasan, PSC 119 menurunkan satu tim yang terdiri dari minimal tiga personel.
“Satu tim itu ada satu driver dan dua perawat,” tutup Dewi.