KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengalokasikan anggaran darurat sebesar Rp50 hingga 70 miliar dari Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini bertujuan meningkatkan kualitas gizi siswa melalui penyediaan makanan bergizi secara gratis.
Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Achmad Wildan mengungkapkan bahwa dana tersebut berasal dari total BTT yang mencapai Rp100 miliar, dan biasanya digunakan untuk penanggulangan bencana serta kebutuhan mendesak lainnya.
Baca Juga : Dedie A. Rachim Apresiasi Penyelenggaraan Pilkada Kota Bogor 2024, Fokus Awal pada PPDB dan Zonasi
"Anggarannya berkisar antara Rp50 hingga 70 miliar," ungkap Wildan, seperti dikutip, pada Selasa (07/01/2025).
Meski anggaran telah disiapkan, rincian penggunaan dana untuk program MBG masih bersifat umum.
Wildan menyebut bahwa belum ada kepastian terkait jumlah sekolah maupun siswa yang akan menerima manfaat program tersebut.
Pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) dari pemerintah pusat sebagai dasar pengelolaan anggaran.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Nina Nurmasari menyatakan, pelaksanaan program MBG telah dimulai serentak di 39 sekolah sejak 6 Januari 2025.
Untuk mendukung distribusi makanan bergizi, Kabupaten Bogor mengoperasikan tiga dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekitar 8.667 siswa di sekolah-sekolah tersebut.
Program MBG diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan prestasi belajar siswa dengan memberikan akses terhadap makanan sehat secara berkelanjutan.
Namun, kelanjutan implementasinya akan sangat bergantung pada kejelasan regulasi dan arahan teknis dari tingkat pemerintah pusat.
Comment