BOGOR, CEKLISSATU – Sejak 1 januari 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menghentikan sementara operasional BisKita Trans Pakuan sebagai moda transportasi umum.
Wali Kota Bogor terpilih Dedie Rachim menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan layanan BisKita Trans Pakuan yang menjadi bagian penting dari sistem transportasi publik di Kota Bogor.
Dedie Rachim mengakui bahwa keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saat ini membuat Pemkot Bogor belum sepenuhnya mampu membiayai subsidi pelayanan publik (PSO) untuk BisKita Trans Pakuan secara mandiri.
Baca Juga : DPRD Kota Bogor Rumuskan Solusi Untuk Biskita, Ini Hasilnya
"Dengan optimisme tinggi, sebelumnya kami berharap APBD Kota Bogor bisa mendukung PSO. Tapi, kenyataannya keuangan daerah belum memadai," ujar Dedie Rachim kepada wartawan, Kamis 9 January 2025.
Sebagai langkah strategis, Dedie telah melakukan komunikasi langsung dengan Menteri Perhubungan dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk meminta kelanjutan skema bantuan PSO melalui subsidi Buy The Service (BTS) seperti yang diterapkan pada tahun sebelumnya.
"Kami meminta kembali kepada Menteri Perhubungan dan BPTJ agar sementara waktu bantuan PSO dapat dilaksanakan tahun ini. Sambil mempersiapkan transisi pada 2026, kami sedang mengkaji apakah Kota Bogor bisa mulai menjalankan PSO secara parsial atau separuh mandiri," jelasnya.
Baca Juga : Penghentian Biskita Sementara, Ini Penjelasan Wamendagri Bima Arya Sugiarto
Dedie menegaskan bahwa upaya menjaga kesinambungan layanan transportasi ini memerlukan langkah-langkah teknis yang matang dan dukungan penuh dari berbagai pihak. Ia optimistis bahwa melalui koordinasi yang intensif, layanan BisKita Trans Pakuan akan terus berjalan dengan peningkatan kualitas dan aksesibilitas.
"Insya Allah, kita akan berlari," pungkasnya, menegaskan komitmen untuk bergerak cepat dalam mengatasi tantangan ini.
Program BisKita Trans Pakuan di Kota Bogor, yang sebelumnya didukung penuh oleh skema BTS dari Kementerian Perhubungan, telah menjadi solusi transportasi yang diminati masyarakat dengan layanan yang terjangkau dan ramah lingkungan. Kelangsungannya menjadi prioritas bagi pemerintahan yang baru untuk mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi Kota Bogor.
Comment