"Yang SMP di Purwakarta 39 orang. SMA di Rindam 279 orang dan orangtua hari ini pingin nitip semua anaknya," terangnya.
Baca Juga: Heboh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Rayakan Persib Juara Liga 1, Naik di Atas Mobil Kibarkan Bendera
"Enggak akan ketampung. Kita tahap pertama hanya 350. Kita ingin tambah fasilitas jadi 500. Permintaannya sudah ribuan," ucapnya.
Selain itu dia juga menegaskan, bahwa Rindam III/Siliwangi bukan tempat pelatihan militer. Melainkan pendidikan karakter, untuk mengubah pola sikap anak.
Dimana tempat itu juga kerap dijadikan pusat pelatihan bagi ASN, maupun calon karyawan perusahaan untuk membangun kedisiplinan mereka.
"Saya mungkin tahap pertama sekarang, melalui perubahan pola sikap dengan dikirim ke pusat pelatihan. Rindam itu bukan barak militer, tapi pusat pelatihan yang biasa diikuti oleh tentara, ASN, calon karyawan," kata dia.
Baca Juga: Kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi Soal Siswa Nakal Dikirim ke Barak Militer, Begini Respon Menteri HAM
Setelah mereka mengikuti pendidikan karakter di barak lanjut Dedi, para siswa akan dilanjutkan ikut pendidikan ke sekolah khusus. Dimana sekolah khusus ini tengah dimatangkan.
Tujuannya, supaya anak yang telah mengikuti pendidikan di barak, pola prilakunya tidak kembali seperti semula.
Comment