JAKARTA, CEKLISSATU – Hari ini Senin (15/7/2024) masa pendaftaran Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas (Capim – Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berakhir.

Terkait hal ini, mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo meminta panitia seleksi atau Pansel bisa memilih Capim dan Dewas KPK yang berintegritas.

Berdasarkan data pansel pada Minggu (14/7/2024) ada 281 orang sudah mendaftar untuk mengikuti seleksi Capim dan Dewas KPK. Yaitu 160 daftar Capim dan 121 daftar Dewas KPK.

Baca Juga : 194 Orang Mendaftar sebagai Capim dan Dewas KPK, Berikut Ini Rinciannya

"Karena sudah ada lebih dari seratus orang yang mendaftar, itu sudah cukup melakukan seleksi, sehingga tidak perlu ada perpanjangan pendaftaran,” ungkap Yudi Purnomo kepada wartawan.

“Namun pansel fokus saja dengan jadwal seleksi yang telah mereka buat agar memilih 10 orang capim yang berintegritas dan rekam jejak baik," tambahnya.

Kemudian, mantan Ketua Wadah Pegawai KPK ini menyebut, seleksi administrasi terhadap Capim dan Dewas KPK penting untuk melihat sejauh mana indepedensi dan kinerja pansel dalam menyaring calon-calon yang berintegritas. 

Serta tidak meloloskan mereka yang bermasalah dari sisi etik ataupun lainnya.

Baca Juga : Soal Pendaftaran Capim-Dewas KPK Sepi Peminat, Juru Bicara: Kita Tunggu Saja

Selain itu lanjut Yudi, pansel tidak meniru kesalahan proses seleksi Capim KPK 2019 lalu, yang menghasilkan Pimpinan KPK tidak berintegritas. 

"Sehingga ketika nanti pengumuman siapa saja capim dan dewas KPK yang lolos seleksi administrasi, maka diharapkan tidak ada nama orang orang yang bermasalah dan ditolak publik," teerangnya.

Ia pun mewanti-wanti, agar Pansel Capim dan Dewas KPK dapat melihat secara rinci rekam jejak para pendaftar pada proses administrasi. Sehingga tidak meloloskan pihak-pihak yang bermasalah.

"Alasan apapun meloloskan Capim bermasalah tidak akan diterima oleh logika publik," jelasnya.

Mantan penyidik yang telah menangani banyak kasus rasuah besar seperti Bank Century dan proyek e-KTP ini menaruh harapan besar kepada pansel. 

Ia berharap, pimpinan KPK ke depan merupakan orang-orang yang mempunyai semangat kerja-kerja pemberantasan korupsi.

"Pimpinan KPK 2024-2029 merupakan harapan masyarakat untuk memperbaiki KPK dari sisi internal, kinerja dan juga memulihkan kepercayaan masyarakat. Sehingga tidak mungkin bisa dilakukan oleh orang-orang yang bermasalah," tutupnya.