Menurut dia, mahkota bersejarah ini menjadi simbol kasih sayang, kebijaksanaan, dan identitas budaya masyarakat Sunda. 

"Dengan membawa mahkota ini dari Sumedang ke Kabupaten Bogor, menjadikan Kirab Panji dan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake bukan hanya bentuk seremoni, tetapi juga sebuah langkah edukatif dan reflektif dalam memperkenalkan kembali jatidiri bangsa yang berakar pada peradaban luhur Nusantara," tuturnya.

Baca Juga: Kirab Mahkota Binokasih Sanghyang Pake Tiba di Kota Bogor
 
Radya Anom kembali menjelaskan bahwa Kirab ini menjadi ruang pembelajaran publik, serta mengajak masyarakat untuk kembali menilik kekayaan budaya sebagai fondasi kebangsaan. 

"Hal penting lainnya, peristiwa ini menjadi momentum penting yang dapat mendorong destinasi wisata sejarah Kerajaan Sunda dan Pajajaran yang selama ini menjadi identitas historis masyarakat Jawa Barat,” ujarnya.
 
Secara filosofis, Mahkota Binokasih Sanghyang Pake memiliki makna hidup yang sangat kuat. Dalam Bahasa Sunda, Binokasih berarti “bina kasih sayang”, yang menjadi nilai dasar yang melahirkan prinsip-prinsip hidup seperti gotong royong, keadilan, dan kebijaksanaan. 

Sementara Sanghyang Pake bermakna “dipakai oleh pemimpin” untuk menjadikannya sebagai simbol kuat terhadap nilai-nilai kepemimpinan.

Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto Siap Sinergi Bareng Forum Pemred Membangun Kabupaten Bogor
 
Setelah prosesi Kirab Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan serangkaian acara menarik lain.