Walaupun jumlah petugas berkurang, pihaknya memastikan tidak akan melakukan penambahan atau mencari pengganti baru.

Baca Juga: Soal Pendaftar Haji Kemenhaj Usul MUI Berikan Fatwa, Begini Penjelasannya

Hal tersebut disebabkan rumitnya proses administrasi dan pengurusan visa yang memakan waktu lama. Panitia akan memaksimalkan personel yang lolos Diklat dengan penyesuaian strategi pelayanan agar kenyamanan jemaah haji tetap terjaga.

Sementara itu, Wakil Komandan Diklat PPIH Arab Saudi 2026, Kolonel (Purn) Muftiono mengatakan, kurikulum diklat tahun ini memang dirancang sangat ketat.

Ada enam poin utama yang menjadi indikator kelulusan. Meliputi disiplin, tanggung jawab, loyalitas, integritas, kepedulian sosial, serta kemampuan pelayanan.

Baca Juga: Pemprov Jabar Tahun Ini Tak Alokasikan Dana Hibah Pendampingan Haji

"Jika ada yang kurang dari poin tersebut, maka menjadi indikator kegagalan dalam diklat ini. Selain absensi, kami memantau sikap dan perilaku selama masa pendidikan karakter," terangnya.

Selain itu lanjut dia, kegagalan peserta juga dipengaruhi ketidakmampuan memenuhi syarat administrasi dan hasil rekam medis yang bersifat objektif.