KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU – Seorang bocah bernama Ahmad Maulana (9) penderita gizi buruk asal Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Tangerang.
Menanggapi kasus tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Dr. Agus Fauzi mengaku, kasus gizi buruk Ahmad Maulana telah terpantau sejak Juli 2022.
"Kasus ini sebenarnya sudah ditemukan sejak Juli 2022. Puskesmas juga sudah melakukan kunjungan dan pemantauan, memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta merujuk pasien ke RSUD Leuwiliang," ungkap Agus Fauzi kepada ceklissatu.com.
Baca Juga: Bocah Penderita Gizi Buruk di Parung Panjang Meninggal Dunia di RSUD Tangerang
Kemudian lanjut Agus Fauzi, Ahmad sempat dirujuk ke RSUD Tangerang dan didiagnosis menderita penyakit jantung.
"Memang kondisi sosio-ekonomi keluarga tergolong kurang mampu, sehingga pengobatan berjalan penuh tantangan," ucap Agus Fauzi.
Diberitakan sebelumnya, Ahmad Maulana (9) penderita gizi buruk asal Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Tangerang.
Baca Juga: Liburan Peringatan Isra Mi'raj, Kondisi Lain di Seputaran SSA Kota Bogor Terpantau Padat
"Iya, almarhum meninggal Sabtu kemarin pukul 13.27 WIB," ungkap Relawan Bogor Barat, Deasy Suprihartini, yang mengawal proses pengobatan Ahmad Maulana kepada wartawan, Senin (27/01/2025).
Deasy mengungkapkan bahwa Ahmad Maulana merupakan anak dari pasangan Jaenudin dan Nurmi yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Kedua orang tuanya bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kami mendampingi pengobatan sejak tahun 2022. Saat itu, almarhum dibawa untuk dirawat di RSUD Cibinong, kemudian dirujuk ke RSUD Leuwiliang," kata Deasy.
Baca Juga: Kebakaran Indekos di Bogor, Sebabkan Kemacetan Panjang di Kawasan Tugu Kujang
Sementara itu, pihak keluarga mengaku berterima kasih kepada para relawan dan tenaga kesehatan yang telah mendampingi proses pengobatan Ahmad Maulana hingga akhir hayatnya.
Mereka berharap perhatian terhadap kasus-kasus gizi buruk dapat lebih ditingkatkan, terutama bagi keluarga kurang mampu di wilayah Kabupaten Bogor.
Kasus Ahmad Maulana kembali menjadi pengingat akan pentingnya upaya penanganan gizi buruk di tengah kondisi sosial-ekonomi yang memprihatinkan di sejumlah wilayah.
Pemerintah daerah diharapkan lebih sigap dalam memberikan perhatian terhadap anak-anak yang membutuhkan penanganan medis dan bantuan gizi secara berkelanjutan.
Comment