JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi mengoperasikan ETLE Drone Patrol Presisi untuk mengawasi pelanggaran sistem ganjil genap di wilayah DKI Jakarta.
Pemanfaatan teknologi berbasis digital ini dilakukan sebagai respons atas tingginya mobilitas kendaraan di kawasan pusat aktivitas perkotaan.
Melalui pemanfaatan ruang udara sebagai titik pantau strategis, drone berteknologi ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) diterbangkan untuk merekam pelanggaran lalu lintas secara real time dan objektif.
Baca Juga: Tingkatkan Kedisiplinan Berkendara, Polres Bogor Pasang ETLE Pertama di Cibinong, Ini Titiknya
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan, penerapan ETLE Drone Patrol Presisi menjadi bagian dari komitmen menghadirkan sistem pengawasan lalu lintas yang modern, adaptif, dan berorientasi pada keselamatan.
Pengendali Teknis Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes Pol Dwi Sumrahadi Rakhmanto mengatakan, pengawan ETLE Drone Patrol Presisi difokuskan pada ruas-ruas strategis dengan tingkat kepadatan tinggi yang termasuk dalam koridor ganjil genap di Jakarta.
"Ada beberapa ruas jalan seperti Jalan HR Rasuna Said, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan MT Haryono," kata Dwi, dikutip dari keterangannya, Kamis (12/2/2026).
Baca Juga: Polresta Bogor Kota Berencana Pasang Alat ETLE di Dua Lokasi.
Drone yang dioperasikan dilengkapi kamera beresolusi tinggi sehingga mampu merekam pergerakan kendaraan dan mengidentifikasi pelat nomor secara jelas.
"Drone juga mampu mendeteksi pelanggaran ganjil genap berdasarkan kesesuaian angka pelat nomor dengan hari dan tanggal pemberlakuan," ujarnya.
Setiap pelanggaran yang terekam akan terintegrasi ke dalam sistem ETLE Nasional untuk dilakukan identifikasi kendaraan, verifikasi oleh petugas, hingga penerbitan surat konfirmasi pelanggaran secara elektronik kepada pemilik kendaraan.
Baca Juga: Tak Lagi Tilang Manual, Kamera ETLE Incar Pengendara Nakal
Penindakan terhadap pelanggaran ganjil genap mengacu pada Pasal 106 ayat (4) huruf a Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang mewajibkan pengemudi mematuhi rambu dan marka jalan. Selain itu, Pasal 287 ayat (1) UU yang sama mengatur sanksi pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda maksimal Rp 500 ribu bagi pelanggar rambu lalu lintas.
Penerapan kebijakan ganjil genap di DKI Jakarta juga berlandaskan Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2019 tentang perubahan atas Pergub Nomor 155 Tahun 2018.
"Rekaman elektronik tersebut menjadi alat bukti yang sah, sehingga diharapkan dapat mewujudkan keamanan, keselamatan, dan ketertiban lalu lintas," kata Dwi.
Baca Juga: Polisi Kembangkan Kamera ETLE Bisa Deteksi Pengendara Tak Miliki SIM
Korlantas menilai penerapan ETLE Drone Patrol Presisi menjadi solusi efektif untuk mengoptimalkan pengawasan tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas serta meminimalkan interaksi langsung antara petugas dan pengguna jalan.
Selain sebagai instrumen penegakan hukum, sistem ini juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan ganjil genap secara berkelanjutan.
Comment