KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM -- Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia mencatat baru ada 46 persen penonton film di Tanah Air yang patuh terhadap klasifikasi usia.

Hal itu diutarakan langsung Ketua LSF Republik Indonesia, Naswardi saat menggelar Literasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri Melalui Nobar Film Solata bersama para pelajar di XXI Cibinong City Mall (CCM), Kamis, (20/11/2025).

"Survei nasional kita terakhir di tahun 2023 itu faktanya baru 46 persen penonton film di Indonesia yang memperhatikan atau mematuhi klasifikasi usia dalam budaya menonton film," ungkap Naswardi.

Baca Juga: Pemutaran Perdana Film Dokumenter Dia Hilang di Antara Kabut, Digelar di SMA Negeri 68 Jakarta

Selain itu lanjut Naswardi, pihaknya bakal terus menggencarkan sosialisasi terkait klasifikasi usia dalam menonton film.

"Target sosialisasi kita itu melalui media digital, sosialisasi Goes To Campus, Goes To School, Goes To Community dalam agenda nobar film," terangnya.

Dengan langkah tersebut, Naswardi berharap memperbaiki angka itu agar penonton film di Indonesia bisa lebih memperhatikan klasifikasi usia.

Baca Juga: Penagih Utang Jadi Bintang Film, Serial “Tayub” Siap Tayang Perdana Rabu di YouTube

"Kita ingin indeksnya naik dari 46 persen ini minimal bisa tembus jadi 70 persen di tahun 2025 ini dan tahun depan 2026. Jadi, kegiatan hari ini merupakan upaya meningkatkan literasi digital," tandasnya.