JAKARTA, CEKLISSATU – Tampilkan kolaborasi musik orkestraa dan gamelan, Jogja Historical Orchestra menyajikan berbagai aksi teatrikal mengenang peristiwa bersejarah Jogja kembali.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti mengatakan, Jogja Historical Orchestra tahun ini merupakan kali keempat digelar, merupakan satu pertunjukan yang mengemas peristiwa bersejarah Jogja Kembali dengan pendekatan yang kontekstual seiring pembaruan zaman agar dapat dinikmati serta diterima oleh semua kalangan.

"Jogja Historical Orchestra merupakan pertunjukan ini sekaligus sebagai media belajar sejarah, yang syarat akan nilai-nilai dan narasi perjuangan dengan mengajak para seniman muda serta anak-anak di Kota Yogya bersama Langen Carita dan Swara Chamber Orchestra," kata dia dalam keterangannya, Minggu 7 Juli 2024.

Baca Juga : Kebun Raya Ajak Menikmati Musik Sunset di Kebun Sambil Eksplorasi Area Hijau Lewat Program Natura

Dalam aksi teatrikal kali ini, Jogja Historical Orchestra menampilkan kolaborasi apik dari para seniman usia anak-anak hingga usia dewasa, dalam mempresentasikan dan menyampaikan pesan dari nilai sejarah serta budaya berdasarkan peristiwa Jogja Kembali.

"Untuk pemain dan pengrawit banyak yang masih usia anak-anak, antara SD hingga SMP. Kemudian dikolaborasikan dengan seniman usia dewasa yang ternyata menjadi sangat menarik. Dengan harapan pertunjukan ini menjadi ruang ataupun media yang sifatnya edukatif dan menghibur," terangnya.

Sejalan dengan itu Pj Wali Kota Yogyakarta Sugeng Purwanto menyatakan, Jogja Historical Orchestra menjadi satu kegiatan untuk menumbuhkan dan memupuk rasa nasionalisme masyarakat, khususnya anak-anak muda agar tidak lupa akan sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan persatuan Indonesia.

Baca Juga : Lewat #BerbagiMusik, J-Rocks dan Kopi Bajawa Flores Bagi Kado Yatim

"Melalui momentum acara ini, kita mengenang kembali sejarah Yogyakarta, saat menjadi pusat pemerintahan negara Republik Indonesia pada tahun 1949. Dengan harapan kita dapat merasakan semangat dan atmosfer perjuangan pada saat itu, khususnya anak muda yang akan melanjutkan tongkat estafet pembangunan," ujarnya.

Sugeng juga mengapresiasi keterlibatan dan kolaborasi anak-anak dalam Jogja Historical Orchestra, yang juga menjadi satu cerminan akan istimewanya Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan budaya.

“Di mana aktivitas, kreativitas dan ketangkasan sudah dipupuk sejak anak-anak dengan terus melestarikan budaya adiluhung yang dimiliki,” tutup dia.